Sunday, October 29, 2017

Muhammad Rifqi Ardiansyah , Siswa Kelas 6 SD Masuk Grang Final Pada Lomba Bikin Game Edukasi






Luar Biasa Siswa Kelas 6 SD  Jago Bikin Game Edukasi, Ikut Lomba, Masuk Grand Final Termuda

Assalamu alaikum, Semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah Swt, dan senantiasa dapat rezeki yang berkah dan lancar.

Muhammad Rifqi Ardiansyah patut disebut programmer cilik. Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, dia telah membuat aplikasi permainan berbasis Android. Yang mengagumkan, aplikasi tersebut berfitur Augment Reality (AR).
Rifqi merupakan siswi kelas 6 SD Negeri Kandang Sapi 02 Pasuruan, Jawa Timur.

Dia datang ke Semarang, Kamis (26/10/2017), untuk mengikuti Grand Final Lomba Mobile Kihajar 2017 yang digelar di Hotel Pandanaran, Senin (23/10/2017)-Rabu (25/10/2017).
Di lomba yang diadakan Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan (BPMPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu, aplikasi yang dibuat Rifqi lolos sebagai finalis kategori pelajar. Bahkan, dia menjadi peserta termuda yang lolos di grand final kompetisi tersebut.

"Saya bisa pemrograman membuat game ini diajari kakak," kata Rifqi saat ditemui Tribunjateng.com, Kamis.
Setelah berlatih, Rifqi membuat permainan edukasi yang diberi nama AR Transportasi. Di aplikasi ini, ia memperkenalkan jenis-jenis transportasi di Indonesia.

Menggunakan teknologi AR, pengguna hanya butuh menyorotkan kamera telepon seluler (ponsel) ke gambar yang telah disiapkan. Selanjutnya, di layar ponsel akan tampil transportasi secara detail berbentuk animasi tiga dimensi. Rifqi terlihat matang membuat aplikasi ini. "Proses pengerjaannya dua bulan. Bahasa pemograman yang saya pakai untuk membuat aplikasi ini adalah C Sharp (C#)," ujarnya.

Deni Setiawan, kakak Rifqi, mengungkapkan, ide membuat aplikasi game tersebut berawal dari kegemaran sang adik bermain komputer dan gadget. Tak ingin sang adik mendapatkan pengaruh buruk, Deni yang juga mengajar di sekolah tempat Rifqi belajar, mendorong agar Rifqi belajar pemrograman.

"Kerjaanya di rumah main game. Terus, saya tantang membuat game. 'Dek mau tidak buat game, nanti saya daftar lomba ini!' Dan, dianya mau," ujarnya. Ia menjelaskan, hampir semua proses pembuatan aplikasi itu adiknyalah yang membuat.
"Desainnya pakai Corel Draw biar mudah, sedangkan buat gamenya menggunakan Unity," tandasnya.

Penanggung jawab Lomba Mobile Kihajar 2017, Toni Setyawan, menjelaskan, ada tiga kategori yang dilombakan dalam kompetesi tersebut, yaitu kategori guru, pelajar, dan Umum.
Setiap kategori, ada 30 peserta yang diseleksi masuk grand final. Menurut Toni, lomba ini merupakan tingkat nasional yang diadakan keenam kalinya. Tujuannya, mengajak guru dan masyarakat mengembang konten edukasi untuk memperkaya konten di bidang pendidikan di era digital saat sekarang.
"Semua aplikasi yang dilombakan akan tetap milik pembuatnya. Namun, kami mempunyai hak menyebar luaskan konten yang dilombakan," ujarnya. Sumber: www.tribunnews.com

Demikianlah informasi ini , semoga bisa memberikan  pelajaran dan motivasi buat kita semua terutama anak-anak muda Indonesia, dimanapun berada.

No comments:

Post a Comment