Monday, November 19, 2018

MENGAPA PEREMPUAN TERLIBAT PERSELINGKUHAN???

 Mengapa Perempuan berselingkuh ???

karena tak lagi merasakan keintiman secara emosional dengan pasangannya.

Web MD melansir, perempuan berselingkuh karena sang suami tak lagi bisa memberikan hal yang diinginkan. Yaitu kasih sayang dan perhatian. Selain itu, perasaan kosong secara emosional juga menjadi pemicu sikap mendua seorang perempuan.

Perempuan memiliki kecenderungan berselingkuh untuk mencari apa yang hilang dengan mencoba menjalin relasi baru dengan lelaki yang bukan pasangannya. Demikian hasil studi yang dilakukan antropolog Helen Fisher, seperti dilansir Telegraph.

Lain lagi kata Lovepanky, yang menulis penyebab perempuan berselingkuh adalah sifat perempuan yang memang haus akan pujian. Inilah yang kerap tak disadari lelaki. Jika suami tidak cukup memberikan pujian, padahal istri sudah berpenampilan baik untuknya, bisa timbul keinginan mencari sosok lain yang bisa memberikan pujian.

Namun, menurut Helen Fisher, tak mudah bagi perempuan memutuskan untuk mengkhianati ikatan pernikahan. Perempuan membutuhkan waktu lama dan cenderung berpikir keras untuk mengetahui risiko dari perselingkuhan.

Melansir Divorcemoms, hal-hal di bawah ini juga merupakan alasan perempuan berselingkuh.

Balas dendam. Lelaki lebih dahulu berselingkuh bisa menjadi alasan perempuan menjalin relasi dengan yang lain. Perasaan sedih, marah dan kecewa mengetahui bahwa pasangannya telah berselingkuh menjadi pengalaman yang buruk. Sulit dimaafkan dan timbul dendam. Sehingga melakukan hal yang sama, berselingkuh juga.

Seks. Berbeda dengan pria, wanita membutuhkan hubungan seks yang disertai dengan ikatan emosional. Jika ia tidak mendapatkan hal tersebut dari pasangan, ada kecenderungan ia akan mencari pria yang dapat memenuhi keinginan tersebut.

Bosan. Ketika relasi sudah berlangsung lama, dengan rutinitas sama setiap hari, maka lama-kelamaan akan menimbulkan kebosanan. Sarapan dengan orang yang sama, berakhir pekan bersama dan melakukan kegiatan sehari-hari bersama.

Mandiri secara finansial. Di saat seorang perempuan bergantung secara materi dengan pasangan, ia akan lebih susah menyatakan keinginan dan pendapatnya.

Tapi ketika perempuan bekerja mampu membiayai diri sendiri, jika ia tidak puas di dalam suatu hubungan, ia bisa memutuskan untuk hidup sendiri dan menjalin relasi dengan pasangan lain.
(Sumber : beritagar.id)

Wednesday, October 31, 2018

FASE- FASE PENTING DALAM MENSTRUASI YANG WAJIB DIKETAHUI WANITA


Menstruasi, haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron. Periode ini penting dalam hal reproduksi. Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopause. Selain manusia, periode ini hanya terjadi pada primata-primata besar, sementara binatang-binatang menyusui lainnya mengalami siklus estrus.

Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari paling lama 15 hari. Jika darah keluar lebih dari 15 hari maka itu termasuk darah penyakit. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya.

Pembalut 

Biasanya darah haid mula-mula keluar berwarna hitam, kemudian berubah kepada merah, kemudian antara merah dan kuning, kemudian kuning dan akhirnya keruh (yakni antara putih dan hitam), hingga akhirnya putih bersih tanda selesainya haid. Namun tiap wanita biasanya memiliki siklus warna darah yang berbeda satu sama lain.

Untuk menampung darah haid, wanita yang mengalami menstruasi harus memakai pembalut, baik pembalut tradisional misalnya kain ataupun pembalut modern yang sudah ada dengan berbagai keunggulan. Ada pembalut yang terbuat dari herbal, sehingga nyaman dipakai, ada juga pembalut yang di desain dengan ukuran panjang 29 hingga 35 cm untuk dipakai saat tidur atau bagi mereka yang darah haidnya keluar dengan deras. Pembalut harus diganti minimal dua kali sehari untuk mencegah agar tidak terjadi infeksi pada vagina atau gangguan-gangguan lainnya.

Berikut ini cara memilih pembalut yang tepat:

Pilih pembalut sesuai dengan kebutuhan.
Pembalut dengan ukuran ekstra tebal dipakai pada saat volume darah menstruasi banyak atau di malam hari. Beberapa merk menyediakan pembalut bersayap, yang membantu pembalut melekat lebih sempurna pada celana dalam dan juga mencegah rembesan yang menodai celana dalam. Tetapi kalau volume darah menstruasi tidak terlalu banyak, bisa juga memakai pembalut yang lebih tipis.
Pilih yang nyaman dipakai dan tidak mudah mengerut.

Patokan pembalut yang nyaman dipakai adalah pembalut yang tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika pembalut yang dipakai mudah mengerut, maka kebocoran rentan terjadi, sehingga darah bisa tembus kemana-mana.
Pilihlah pembalut berdaya serap tinggi.

Tapi pastikan bahwa pembalut yang berdaya serap tinggi itu permukaanya kering. Kondisi permukaan pembalut yang kering memperkecil risiko terjadinya kelembapan dan iritasi.

Pada saat membeli pembalut, pastikan kemasannya baik dan tertutup rapat.
Segera tukarkan pembalut yang kemasannya rusak, sekecil apa pun itu. Kerusakan kemasan, seperti lubang, bisa jadi celah masuk bakteri yang terbawa debu. 

Penggunaan pembalut berkaitan dengan permukaan kulit organ tubuh yang relatif sensitif, makanya higienitasnya harus terjaga.
Pilihlah pembalut dari bahan sangat lembut dan lentur.

Ini akan mengurangi faktor iritasi pada daerah kulit vagina dan juga mengurangi risiko kebocoran.

Siklus menstruasi.

Siklus menstruasi dibagi atas empat fase.

Fase menstruasi

Yaitu, luruh dan dikeluarkannya dinding rahim dari tubuh. Hal ini disebabkan berkurangnya kadar hormon seks. Hal ini secara bertahap terjadi pada hari ke-1 sampai 7.

Fase pra-ovulasi 

Yaitu, masa pembentukan dan pematangan ovum dalam ovarium yang dipicu oleh peningkatan kadar estrogen dalam tubuh. Hal ini terjadi secara bertahap pada hari ke-7 sampai 13.

Fase ovulasi 

Masa subur atau Ovulasi adalah suatu masa dalam siklus menstruasi wanita dimana sel telur yang matang siap untuk dibuahi. menurut beberapa literatur, masa subur adalah 14 hari sebelum haid selanjutnya. Apabila wanita tersebut melakukan hubungan seksual pada masa subur atau ovulasi maka kemungkinan terjadi kehamilan.

Menentukan masa subur 

Beberapa metode dalam menentukan masa subur dapat dilihat dengan beberapa cara:

Perubahan Periode Menstruasi
Perubahan Lendir Servik
Perubahan Suhu Basal Tubuh.

Fase pascaovulasi .

Yaitu, masa kemunduran ovum bila tidak terjadi fertilisasi. Pada tahap ini, terjadi kenaikan produksi progesteron sehingga endometrium menjadi lebih tebal dan siap menerima embrio untuk berkembang. Jika tidak terjadi fertilisasi, maka hormon seks dalam tubuh akan berulang dan terjadi fase menstruasi kembali.

Tanda dan gejala .

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala yang dapat terjadi pada saat masa menstruasi:

Perut terasa mulas, mual dan panas.
Terasa nyeri saat buang air kecil.
Tubuh tidak fit.
Demam.
Sakit kepala dan pusing.
Keputihan.
Radang pada vagina.
Gatal-gatal pada kulit.
Emosi meningkat.
Nyeri dan bengkak pada payudara.
Bau badan tidak sedap.
Suara kurang menarik.[3]
Muncul Jerawat di wajah.
Penanggulangan Sunting
Saat menstruasi, rasa nyeri akibat kram menstruasi seringkali datang. Bisa hanya samar-samar atau sangat nyeri. Kondisi ini memang sedikit menggangu saat menstruasi. Kondisi yang dalam istilah medisnya disebut dysmenorrhea ini biasanya terjadi di perut bagian bawah.Untuk mengurangi nyeri saat haid, ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu:

Perbanyak asupan cairan untuk menghindari dehidrasi. Kekurangan cairan akan membuat nyerinya semakin terasa. Usahakan untuk minum air hangat untuk meningkatkan aliran darah ke daerah panggul.
Membuat ramuan jahe. Caranya, rebus beberapa potong jahe yang telah dimemarkan dalam air lalu minumlah air jahe dalam keadaan hangat.

Tempatkan handuk hangat di sekitar perut bagian bawah. Ini cara yang cukup mudah untuk menghilangkan nyeri sementara waktu.
Hindari meminum minuman yang mengandung kafeina karena bisa memicu iritasi pada usus halus.
Meminum teh beraroma mint. Lebih baik jika diminum dalam keadaan hangat.

Melakukan peregangan pada pagi hari dapat melancarkan pereedaran darah dan sekaligus mengurangi rasa nyeri.
Kelainan menstruasi .

Menstruasi yang menyakitkan atau dysmenorrhea.
Dysmenorrhea pertama biasanya dihubungkan dengan naiknya kadar kimia alami di dalam tubuh saat ovulasi, yang menyebabkan rasa sakit. Dysmenorrhea kedua merupakan tanda suatu kelainan mendasar. Dysmenorrhea kedua ini mempengaruhi wanita yang belum pernah menstruasi sebelumnya. Kelainan reproduksi, endometriosis, atau fibroids dapat menimbulkan menstruasi dengan rasa sakit, dan satu-satunya cara untuk mengetahui penyebabnya secara pasti adalah dengan memeriksakannya ke dokter. Gejala dysmenorrhea termasuk rasa sakit pada punggung bagian bawah atau kaki, kram perut, atau sakit pada tulang panggul. Kelainan menstruasi ini dapat menunjukkan ketidaksuburan.[4]

Menstruasi yang sangat hebat, atau menorrhagia.
Ketidakseimbangan hormon atau kelainan rahim dapat menyebabkan volume darah menstruasi yang sangat tinggi, namun Dr Minkin mengatakan bahwa penyebabnya tidak selalu jelas. Jika wanita mengalami menstruasi selama tujuh hari atau lebih, dan darah yang keluar tidak tertampung lagi oleh pembalut, maka kemungkinan ia menderita menorrhagia. Darah yang menggumpal juga sebenarnya normal, namun gumpalan darah dalam jumlah besar merupakan tanda "heavy periods".Menorrhagia dapat menyebabkan anemia, jadi pastikan untuk mengonsumsi cukup banyak zat besi. Daging yang tidak berlemak, sayuran hijau, sereal, oatmeal, kacang kedelai rebus, dan kacang-kacangan lain, merupakan sumber zat besi yang baik. Obat-obatan dari dokter mungkin dibutuhkan untuk mengatasi menstruasi yang berlebihan atau anemia, namun pastikan untuk memberi tahu dokter jika sedang berusaha untuk hamil.[4]

Menstruasi tidak teratur, atau oligomenorrhea.
Menstruasi yang tidak dapat diprediksi datangnya termasuk normal, namun hanya bila hal ini terjadi pada tahun pertama wanita mengalami menstruasi dan saat perimenopause (tahun-tahun menjelang menopause). Ketidakseimbangan hormon atau kelainan juga menyebabkan haid tidak teratur, yang dapat memengaruhi tingkat kesuburan dan kesempatan wanita untuk mendapatkan bayi.[4]

Tidak mengalami menstruasi atau amenorrhea.
Jika wanita tidak mengalami menstruasi selama tiga bulan, kemungkinan ia sedang hamil. Namun penyebab lainnya bisa juga karena ia mengalami amenorrhea, perimenopause, atau menopause. Penyebab yang paling umum dari absennya menstruasi adalah kehamilan. Amenorrhea juga merupakan efek samping dari penyakit, stres, latihan terlalu berat, atau turunnya berat badan yang terlalu banyak. Jika wanita tidak menstruasi, bisa jadi ia tidak berovulasi (tidak melepas telur setiap bulan). Jika tidak berovulasi maka ia akan kesulitan hamil. Penderita sebaiknya menghindari diet dan latihan yang ketat.[4]

Osteoporosis Sunting
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Osteoporosis
Penyakit tulang keropos atau biasa dikenal dengan osteoporosis memang banyak dialami orang lanjut usia. Tetapi, penyakit yang tergolong "silent disease" ini sebenarnya juga menyerang kaum muda. Dan banyak orang tak sadar akan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh penyakit ini, khususnya dari para kaum muda, karena sebagian besar dari mereka masih menganggap osteoporosis adalah penyakit orang tua. Osteoporosis bisa menyerang orang yang masih berusia 20-30 tahunan, meskipun jarang sekali terjadi.

Sekitar 90 persen perempuan yang mengalami masalah osteoporosis, penyebabnya dipengaruhi oleh hormon estrogen di dalam tubuh mereka. Hormon estrogen lebih aktif diproduksi oleh tubuh sebelum menopause. Namun setelah menopause, pembentukan hormon estrogen akan menurun dan melambat drastis sehingga mengakibatkan penghancuran tulang yang lebih cepat dibandingkan dengan proses pembentukannya.

Haid pertama dapat mempengaruhi serangan osteoporosis. Di beberapa kasus kesehatan, osteoporosis memiliki kemungkinan untuk menyerang remaja. Kemungkinan risiko penyakit osteoporosis bisa dilihat dari haid pertama, atau kista ovarium. Hormon estrogen adalah unsur penting dalam proses penentuan massa tulang, jadi memperoleh haid pada saat usia remaja menjadi sebuah pertanda yang sangat penting.[5]

Seorang remaja putri yang mendapat haid pertama atau menarche pada usia 15 tahun ke atas akan mempunyai risiko terserang osteoporosis yang lebih besar. Disamping itu, haid yang tidak teratur menjadi salah satu tanda kemungkinan risiko terjadinya beberapa penyakit. ( sumber : wikipedia)

Tuesday, October 23, 2018

BAGAIMANA MENJAGA KESEHATAN SENDI DAN TULANG



Cara Menjaga Kesehatan Sendi dan Tulang.


Seiring pertambahan usia, menjaga kesehatan sendi dan tulang menjadi semakin penting. Penyakit serius seperti osteoporosis (tulang keropos) dan arthritis (nyeri sendi) menyebabkan penderitanya susah bergerak dan bisa memicu penyakit lain yang lebih berbahaya. 

Ada beberapa cara untuk mengurangi risiko terserang penyakit ini atau mencegahnya semakin parah. Perubahan gaya hidup yang sederhana seperti berhenti merokok, meningkatkan asupan kalsium, dan olahraga secara teratur akan melindungi sendi dan tulang Anda.




Mengatur Pola Makan untuk Kesehatan Sendi dan Tulang

1
Tingkatkan asupan kalsium ke dalam tubuh. Kalsium sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kekuatan sendi dan tulang. Oleh karenanya, tubuh perlu asupan kalsium yang banyak dari berbagi makanan, misalnya:

Produk-produk olahan susu rendah lemak, seperti yoghurt atau keju.
Sayur-sayuran hijau, seperti brokoli, kubis Brussel, bok choy, kubis, dan lobak hijau.
Makanan yang diperkuat kalsium, seperti jus jeruk, serealia, roti, susu kedelai, dan tahu.

2
Makan makanan yang mengandung vitamin D. Tubuh mudah kekurangan vitamin D karena sumbernya memang tidak banyak. Sumber utama vitamin D adalah sinar matahari.

 Tetapi, jika Anda tinggal di daerah yang jarang terpapar sinar matahari, Anda harus memperbanyak konsumsi makanan-makanan berikut:

Ikan-ikan berlemak, seperti ikan tuna dan sarden.
Kuning telur
Keju
Susu fortifikasi, yoghurt atau produk-produk olahan kedelai.
Hati sapi

3
Penuhi kebutuhan vitamin C. 

Vitamin C berfungsi memperbaiki jaringan tubuh, termasuk tulang rawan di persendian. Pastikan menu diet Anda mengandung 2.000 mg vitamin C setiap harinya dari makanan-makanan berikut:

Buah-buahan sitrus, seperti jeruk, anggur dan limau.
Semangka
Buah beri-berian, seperti stroberi, bluberi, rasberi, dan kranberi.
Buah-buahan tropis, seperti nanas, pepaya, kiwi dan mangga.
Sayur-sayuran hijau seperti kubis, kol, dan bayam.
Kentang dan ubi jalar.
Labu
Tomat

4
Tingkatkan kepadatan tulang dengan vitamin K. 

Penelitian menyatakan bahwa vitamin K dapat meningkatan kepadatan tulang.[5] Penelitian lain menyatakan bahwa vitamin K hanya mencegah kerusakan dan kanker tulang. 

Sertakanlah vitamin K ke dalam menu diet Anda dari makanan-makanan berikut:
Sayur-sayuran hijau
Daging
Keju
Telur

5
Kurangi asupan sodium dan tingkatkan konsumsi potasium. 

Kepadatan tulang akan berkurang jika terlalu banyak mengonsumsi garam. Untuk menanggulanginya, kurangi asupan sodium dan tingkatkan konsumsi potasium Anda. Selain itu, hindari atau kurangi garam pada makanan diet Anda.Makanan-makanan yang kaya potasium di antaranya:


Pisang
Kentang panggang
Jus jeruk
Labu
Brokoli
Yoghurt
Kacang putih
Blewah
Ikan Halibut
Ubi jalar
Miju

6
Kurangi konsumsi kafeina. 

Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafeina) akan mengurangi kalsium pada tulang. Jagalah konsumsi kafeina maksimal 300 mg per hari. Minuman yang mengandung kafeina misalnya kopi, teh, kola, dan cokelat panas.[10]
Coba ganti ke kopi dan minuman lain yang tidak mengandung kafeina (misalnya teh herbal, air putih, dan jus). Kopi tanpa kafeina rasanya juga tidak kalah enak.

7
Hindari minumal beralkohol. 

Orang-orang yang banyak minum minuman beralkohol cenderung menderita tulang yang rapuh dan patah. Alkohol tidak hanya mencegah tubuh menyerap vitamin dan mineral, tetapi juga meningkatkan hormon yang mengurangi kepadatan tulang. Untuk mencegahnya, hindarilah konsumsi minuman beralkohol. 

Jika Anda mengalami kecanduan alkohol, konsultasikan dengan dokter. Anda perlu mengontrol tingkat konsumsi minuman beralkohol Anda.

8
Coba konsumsi suplemen glukosamin. 

Glukosamin adalah senyawa yang terdapat di dalam tubuh dan menyokong tulang rawan di persendian. Zat ini tidak ada di dalam makanan sehingga asupan harus melalui suplemen.
Konsumsi sebanyak 3 x 500 mg . (sumber : wikihow)

     

RESEP BAKSO ISTIMEWA







Bahan Bakso :

1/2 kilogram daging sapi
1/2 sdt lada bubuk
1 sdt garam
50 gram tepung kanji
1 sdm bawang putih goreng
2 sdm bawang merah goreng
2000 ml air
40 gram es batu, hancurkan
Bahan Kuah :

200 gr tulang sapi
3000 ml air
Bumbu kuah :

5 buah bawang merah dibersihkan, goreng, haluskan
7 siung bawang putih, bersihkan, goreng, haluskan
1/2 sdm bawang goreng jadi, haluskan
2 sdt gula pasir
1 sdm garam dapur
4 btg daun bawang, diambil bagian putihnya. Iris halus
2 sdt kaldu sapi instan
1/2 sdt merica.


Cara Membuat Bakso Daging :


Masukan tepung kanji, bawang merah, bawang putih, lada, garam serta daging sapi dalam wadah. Uleni menggunakan tangan atau menggunakan mesin food processor.

Giling daging serta bahan hingga benar – benar halus dan tercampur.
Tambahi dengan es batu apabila adonan lembek dan sulit dibentuk.
Lalu rebus air dalam panci besar hingga panas dan mendidih.

Lalu siapkan mesin cetak bakso mini, dan masukan adonan bakso dalam mesin. Nyalakan mesin dan siapkan panci wadah air panas di bawah cetakan bakso. Lalu adonan bakso pun akan tercetak dengan sempurna.

Jika sudah masak adonan pentol tadi sampai matang dan mengambang. Angkat dan tiriskan.


Membuat kuah : 

didihkan air dan masukan seluruh bahan dan bumbu kuah. Tunggu hingga mendidih dan tulang matang, tambahi sisa kuah bakso.


Agar kuah tetap panas biarkan diatas kompor menggunakan api kecil. Sajikan bakso dengan bahan pelengkap dan kuah.

















Sunday, October 21, 2018

CARA MENGATASI MENOPAUSE









Cara Mengatasi Gejala Menopause

Menopause adalah transisi biologis alami yang terjadi ketika ovarium berhenti memproduksi hormon. Penurunan kadar hormon jelas berdampak negatif pada kualitas hidup selama periode ini. Namun, kebanyakan wanita dapat merasakan perubahan yang lebih baik dengan cara pandang yang tepat, beberapa langkah praktis, dan sedikit bantuan medis.


Ketahui tahap-tahap menopause. Dengan mengetahui berbagai tahapan menopause, Anda bisa lebih memahami gejalanya, mengetahui fase apa yang sedang Anda jalani, dan mempersiapkan diri untuk fase selanjutnya. Ada empat tahap menopause, yaitu pramenopause, perimenopause, menopause, dan pascamenopause.


Pramenopause dimulai pada saat Anda mendapatkan menstruasi pertama kali, terus berlangsung selama usia reproduksi, dan berakhir pada siklus menstruasi yang terakhir.


Perimenopause meliputi tahun-tahun tepat sebelum menopause dimulai. Bagi sebagian besar wanita, perimenopause biasanya dimulai pada usia 40-an, dan berlangsung selama kira-kira empat tahun meskipun banyak wanita yang mengalami gejala perimenopause selama 10 tahun. Selama waktu tersebut, menstruasi mungkin tidak teratur, dan Anda juga akan sering mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan menopause.


Menopause sebenarnya ditentukan setelah menstruasi terakhir. Setelah Anda tidak menstruasi selama satu tahun, berarti secara teknis Anda melalui menopause. Usia rata-rata menopause adalah 51 tahun, tetapi bisa lebih cepat atau terlambat, dan tetap normal.


Pascamenopause dimulai setelah menstruasi berakhir, dan berlangsung seumur hidup. Gejala menopausal berlangsung selama satu hingga dua tahun bagi kebanyakan wanita, tetapi lama-kelamaan akan berkurang.


Tahun-tahun pascamenopause diasosiasikan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan yang terkait dengan rendahnya kadar estrogen dan progesteron. Dua area fokus utama adalah osteoporosis dan penyakit jantung. Dokter akan membantu memantau perubahan yang berkaitan dengan kondisi ini.


Kenali gejala-gejala menopause. Gejala umum yang terjadi selama menopause adalah kilasan rasa panas dan keringat malam, vagina kering, rasa sakit saat berhubungan seksual, masalah tidur, sakit kepala, berat badan bertambah dan metabolisme melambat, perubahan suasana hati, masalah dengan ingatan, rambut menipis, kulit kering, penurunan gairah seks, gangguan buang air kecil, dan payudara mengendur.


Pahami gejala-gejala yang Anda rasakan. Tidak semua orang mengalami masalah selama menopause, tetapi beberapa wanita mengalami gejala yang parah. Hormon, seperti estrogen dan progesteron, memainkan peran dalam banyak bagian tubuh. Ketika ovarium kehilangan kemampuan untuk memproduksi hormon alami dalam jumlah cukup, reseptor di seluruh tubuh mulai menyadarinya.


Ketahui apa yang bisa terjadi selanjutnya. Reseptor estrogen dan progesteron ada di seluruh tubuh. Gejala yang dirasakan selama menopause berkaitan langsung dengan kurangnya hormon alami yang terikat pada reseptor tersebut. Reseptor terletak di otak, kulit, jantung, tulang, dan bagian tubuh lain. Dengan mengetahui letak reseptor, Anda akan mengerti alasan yang menyebabkan timbulnya gejala yang tidak diinginkan selama menopause.


Tidak adanya hormon-hormon ini meningkatkan risiko masalah kesehatan serius setelah menopause berlalu. Ada dua komplikasi yang lebih serius, yaitu peningkatan risiko osteoporosis yang dapat mengakibatkan patah tulang, dan penyakit jantung dan pembuluh darah yang dapat menyebabkan masalah kardiovaskular seperti serangan jantung dan strok.


Bicarakan kondisi medis Anda kepada dokter, serta langkah-langkah tambahan dan perubahan gaya hidup yang dapat diterapkan untuk memelihara kesehatan.


Mengatasi Gejala dengan Obat Resep

1
Bicarakan tentang gejala Anda kepada dokter. Sampaikan gejala tidak nyaman yang Anda alami, dan tanyakan obat apa yang dapat membantu mengatasi gejala tersebut selama masa sulit ini. Banyak wanita yang tidak merasa gejala mereka cukup parah untuk minum obat. Namun, kadang gejala menopause cukup ekstrem dan mengganggu fungsi sehari-hari dalam pekerjaan dan di rumah, dan menyebabkan penderitaan baik fisik maupun mental.[13]

2
Gunakan terapi hormon menopausal yang dianjurkan dokter. Terapi hormon menopausal adalah nama baru untuk terapi sulih hormon. Tipe perawatan ini melibatkan pemberian estrogen dan progesteron. Jika sudah tidak memiliki uterus (karena histerektomi), berarti Anda hanya perlu estrogen.[14]

3
Pilihlah metode sulih yang sesuai kebutuhan. Terapi hormon menopausal menyediakan estrogen dan progesteron, atau hanya estrogen, untuk menambah hormon ketika tubuh mengalami transisi. Produk yang mengandung hormon tersedia dalam berbagai bentuk untuk menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Beberapa contohnya adalah tablet, kapsul, gel vaginal, koyo tempel, dan produk yang dioleskan.[15]

Terapi hormon menopausal terbukti membantu meringankan banyak gejala yang diasosiasikan dengan menopause. Terapi ini menyediakan keseimbangan hormon di seluruh tubuh untuk melawan gejala yang terjadi selama menopause.[16]
Preparat transdermal dianggap lebih aman dan lebih efektif untuk mengatasi gejala suasana hati karena menghindari jalan masuk di lever sehingga dapat mengurangi pembekuan darah. Preparat ini juga tidak banyak memengaruhi libido sebagaimana halnya pil.

4
Hindari terapi hormon menopausal jika Anda memiliki kondisi tertentu. Jangan menggunakannya jika Anda mengalami perdarahan vaginal dengan penyebab yang tidak jelas, riwayat kanker payudara, riwayat kanker uterus atau ovarium, riwayat masalah tromboemboli seperti DVT, embolisme paru-paru, strok, serangan jantung, masalah lever, atau jika memiliki kondisi genetik yang meningkatkan risiko pembekuan darah. Dokter akan tahu apakah terapi hormon menopausal aman untuk Anda.[17]

5
Ketahui fakta tentang manfaat dan risikonya. Studi klinik besar, bernama Women's Health Initiative, dimulai pada tahun 1991 dan berlangsung selama 15 tahun. Studi tersebut berfokus pada wanita berusia 50 hingga 79 tahun yang menjalani pengobatan hormonal dengan jumlah partisipan secara keseluruhan hampir 162.000 orang.[18]
Hasil studi tersebut menyediakan pemahaman yang lebih baik tentang risiko dan manfaat penggunaan obat hormonal dalam populasi wanita ini. Fokus studi ada pada pengobatan yang diresepkan. Sebagian besar ahli kesehatan menganggap hasil studi ini membantu menentukan jenis perawatan terbaik untuk pasien mereka.


Silakan membaca hasil study Women's Health Initiative sendiri. Meskipun hasilnya cukup mendetail untuk dipahami, Anda dapat melihat ringkasannya di sini.
Risiko yang agak lebih tinggi ditemukan pada wanita yang menggunakan pengobatan hormonal dalam area berikut:
Kanker payudara: 8 dari 10.000 wanita mengembangkan kanker payudara yang tidak akan berkembang seandainya tidak menggunakan hormon tambahan.
Serangan jantung: 7 dari 10.000 wanita mengalami serangan jantung yang tidak akan terjadi seandainya mereka tidak menggunakan hormon tambahan.
Strok: 8 dari 10.000 wanita mengalami strok yang tidak akan terjadi seandainya mereka tidak menjalani pengobatan ini.


Pembekuan darah: 18 dari 10.000 wanita mengalami pembekuan darah di paru-paru atau kaki yang tidak akan dialami seandainya mereka tidak menggunakan hormon tambahan.
Manfaat yang agak lebih tinggi ditemukan pada wanita yang menggunakan pengobatan hormonal dalam area berikut:
Patah tulang pinggul: 5 dari 10.000 wanita memiliki kemungkinan patah tulang pinggul yang lebih rendah karena menggunakan pengobatan ini.
Kanker usus: 6 dari 10.000 wanita memiliki kemungkinan kanker usus yang lebih rendah karena menggunakan pengobatan ini.
Patah tulang umum: Statistik tidak disediakan, tetapi penulis studi ini menyimpulkan bahwa kelompok yang menjalani pengobatan diharapkan memiliki kemungkinan patah tulang yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang tidak menggunakan pengobatan.

6
Pertimbangkan faktor risikonya. Faktor gaya hidup harus dipertimbangkan dalam memutuskan penggunaan hormon menopausal. Beberapa hal dapat menambah risiko dan harus dipertimbangkan, termasuk merokok, riwayat kanker payudara dan penyakit jantung dalam keluarga, berat badan, dan tingkat aktivitas fisik.[19][20]

Menggunakan Pengobatan Alami
Sunting

1
Masukkan produk kedelai alami dalam pola makan. Kedelai mengandung fitoestrogen, substansi yang berperan seperti estrogen alami dalam tubuh. Sumber kedelai alami adalah tahu, tempe, susu kedelai, dan kacang kedelai.[21]
Beberapa produk mengklaim dapat mengurangi gejala menopausal dengan bahan-bahan alami, seperti kedelai. Karena produsen produk ini tidak diatur, produk alami tidak selalu dapat diandalkan atau bahkan aman.[22]

2
Gunakan herbal alami yang mengandung fitoestrogen. Beberapa herbal mengandung jumlah fitoestrogen yang bervariasi. Misalnya, black cohosh, wild yam, dong quai, dan valerian root. Banyak dari herbal ini yang dapat dibuat dalam berbagai bentuk agar mudah digunakan, seperti tablet atau krim oles.[23]
Berhati-hatilah ketika menggunakan sumber alami atau herbal fitoestrogen. Banyak herbal yang dikatakan membantu meringankan kilasan panas. Bicaralah dengan dokter jika Anda memutuskan untuk mengatasi gejala dengan herbal. Keamanan dan jaminan produk ini belum diketahui.
Ditambah lagi, sumber nabati dan herbal dapat menimbulkan masalah interaksi dengan obat resep.[24]

3
Ubahlah gaya hidup. Perubahan dalam gaya hidup dapat membantu tubuh melalui transisi dengan lebih mudah.[25]
Berhenti merokok. Jika Anda perokok, usahakan berhenti. Merokok dapat memicu kilasan panas, melemahkan tulang, dan mengganggu kandung kemih yang mungkin sudah lebih sensitif.[26] Perokok juga cenderung memasuki masa menopause dua hingga tiga tahun lebih cepat daripada bukan perokok.
Konsumsi makanan sehat. Batasi alkohol dan kafeina, dan pilihlah makanan dengan gizi seimbang setiap hari. Konsumsi gizi seimbang menyediakan energi yang Anda butuhkan dan mencegah kenaikan berat badan karena pada saat ini metabolisme mulai melambat. Anda mungkin perlu memasukkan beberapa produk kedelai alami dalam pola makan.[27]
Olahraga teratur dapat membantu mengontrol berat badan, memperbaiki kualitas tidur, menguatkan tulang, dan mengatasi perubahan suasana hati.[28]
Lakukan aktivitas yang mengurangi stres dan relaksasi untuk membantu mengatasi gejala yang Anda alami. Beberapa cara yang dapat membantu mengontrol stres adalah meditasi, latihan kepekaan, dan yoga.[29]

4
Waspadai produk yang mengusung klaim "biodentik". Hati-hatilah dengan perusahaan yang berusaha menjual produknya kepada Anda, kecuali jika dokter yang meresepkan Estrogel atau Prometrium. Beberapa perusahaan memberi klaim manfaat palsu berupa "terapi sulih hormon bioidentik", atau BHRT (bio-identical hormone replacement therapy). Nama lain yang sering digunakan untuk kelompok produk ini adalah "terapi sulih hormon bioidentik personal", atau compounded-BHRT (compounded bio-identical hormone replacement therapy). Tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung klaim tentang penggunaan produk ini. [30]
Beberapa iklan yang mengklaim manfaat obat-obatan BHRT menggunakan pernyataan seperti, "alternatif alami dan lebih aman untuk obat resep", "... dapat melangsingkan tubuh dengan mengurangi ketidakseimbangan hormon", "Mencegah penyakit alzheimer dan pikun", dan "... dapat menyembuhkan atau mencegah penyakit jantung". Tidak ada riset klinis atau bukti ilmiah yang valid untuk mendukung klaim iklan tersebut.[31]
Ada juga klaim iklan yang mendeskripsikan penggunaan sampel saliva yang menyediakan kadar hormon untuk membuat obat BHRT personal yang khusus untuk Anda. Sampel saliva bukan ukuran hormon yang bisa diandalkan. Kadar hormon yang dapat diukur dalam saliva berubah bergantung pada waktu sampel diambil, dan secara alami berbeda dari hari ke hari. Hasil tes saliva juga berubah oleh variabel lain yang tidak diketahui. Sampel saliva bukan metode berguna atau ilmiah untuk menentukan opsi perawatan terbaik untuk Anda.[32]

5
Gunakan obat personal jika Anda alergi. Dalam kasus-kasus yang langka, ada wanita yang alergi degan bahan pengisi dalam produk terapi hormon menopausal yang siap pakai. Jika Anda mengalami tipe reaksi alergi seperti ini, dokter dapat membuatkan resep yang memerinci bahan apa yang tepatnya aman untuk Anda gunakan. Resep dapat diberikan pada apotek yang menerima pembuatan obat personal.[33] [smber   : wikihow]


































     

CARA MENGHILANGKAN BAU MISS V




Cara Menghilangkan Bau miss v

Vagina yang agak berbau adalah hal normal. Akan tetapi, jika Anda merasa baunya cukup kuat, seperti amis atau bau tidak sedap, mungkin itu gejala adanya masalah kesehatan lain.

Bau vagina kadang disertai gejala lain seperti gatal, panas, iritasi, atau keluarnya cairan.

 Secara umum, jika tidak ada gejala lain, bau vagina dapat dikatakan normal.

Ada beberapa infeksi umum di vagina yang dapat menimbulkan bau tidak tidak sedap, dan Anda bisa mencoba perawatan rumahan serta produk profesional untuk menghilangkan bau yang tidak menyenangkan itu dengan cepat.


Menerapkan Rutinitas Perawatan yang Baik.

Jangan melakukan douche. 

Douche adalah metode menyemprotkan air atau bahan pembersih ke dalam vagina, yang dapat membunuh bakteri sehat di dalam vagina dan mendorong infeksi ke dalam uterus sehingga kondisi Anda semakin parah.


Anda juga harus menghindari semprotan kewanitaan, yang merupakan bentuk lain dari douche dan dapat mengiritasi vagina atau menimbulkan reaksi alergi.

Ingat, vagina dapat bersih sendiri secara alami. 

Selama Anda menerapkan perawatan yang baik, tidak perlu membersihkan secara paksa atau mengganggu proses pembersihan alaminya.

Basuh vagina saat mandi. 

Pastikan Anda membersihkan vagina, termasuk labia, dengan air dan sabun lembut tanpa pewangi seperti Cetaphil.

Hindari sabun keras mengandung pewangi karena dapat mengiritasi kulit lembut di area kewanitaan.


Kenakan pakaian longgar dan celana dalam katun. Pakaian berbahan katun dan longgar dapat meningkatkan aliran udara ke daerah kewanitaan, khususnya saat berolahraga atau berkeringat, juga mencegah terbentuknya kelembapan.

Pada gilirannya, bau yang disebabkan oleh keringat atau bakteri akan berkurang.


Anda juga harus melepas pakaian olahraga segera setelah selesai berolahraga. Jangan kenakan pakaian basah dan lembap lebih lama dari yang semestinya karena akan menimbulkan bau tidak sedap.


Pakai celana dalam bersih setiap hari untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan bau.


Seka area pribadi dari depan ke belakang setelah buang air besar. Cegah penyebaran bakteri dari pantat ke vagina dengan menyeka dari depan ke belakang. Cara ini memastikan vagina bebas dari bakteri yang dapat menimbulkan bau dan kemungkinan infeksi.


Ganti tampon atau pembalut setiap empat sampai enam jam. 

Perhatikan kebersihan daerah kewanitaan dengan rajin mengganti tampon atau pembalut. Kebiasaan ini akan mencegah terbentuknya bau dan memastikan vagina tidak teriritasi selama menstruasi.


Sering mengganti tampon juga memastikan Anda tidak lupa melepasnya, yang jika tertinggal di dalam vagina akan menyebabkan bau tidak sedap dan kemungkinan masalah kesehatan.( sumber: wikihow)

















     

Wednesday, October 17, 2018

TIPS AGAR TUBUH TETAP WANGI MESKI BERKERINGAT










Tubuh Tetap Wangi meskipun Banyak Berkeringat

Semua orang berkeringat, namun ada orang yang lebih banyak berkeringat dibanding kebanyakan orang. Beberapa orang bahkan mengalami hiperhidrosis, atau keringat berlebih. Meskipun bukanlah penyakit yang serius, kondisi ini tentu bisa menimbulkan rasa malu dan ketidaknyamanan tentang bau badan.[1] Untungnya, beberapa langkah bisa Anda lakukan untuk membuat tubuh tetap wangi meskipun lebih banyak berkeringat dari orang "rata-rata".
Menjaga Kebersihan
1
Mandilah dengan teratur. Keringat itu sendiri tidak bau; bau badan muncul saat bakteri di kulit menguraikan keringat menjadi asam. Meskipun merupakan bagian normal tubuh, bakteri yang berlebih dan asam yang dihasilkan bisa dihilangkan dengan mandi setiap hari.
Bersihkan dengan baik area tubuh yang berbulu. Manusia mempunyai dua jenis kelenjar keringat. Kelenjar ekrin tersebar di kulit dan mengatur suhu tubuh dengan mendinginkan kulit dengan keringat saat tubuh bersuhu panas. Keringat yang dihasilkan oleh kelenjar ini biasanya tidak terlalu bau. Sementara itu, kelenjar keringat yang satu lagi, kelenjar apokrin, terkonsentrasi di area tubuh yang berbulu seperti ketiak dan area genital. Keringat dari kelenjar ini mengandung protein yang tinggi. Karena bakteri menyukai protein, jenis keringat ini bisa dengan cepat berubah menjadi sangat bau.[2]
Gunakan sabun antibakteri pada ketiak Anda. Beberapa bakteri memang bagus untuk tubuh. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, bakteri bisa menyebabkan masalah bau badan, terutama di area yang rentan seperti ketiak.[3]
2
Cukur bulu ketiak Anda. Karena merupakan tempat menempelnya keringat dan aroma tubuh, rambut akan menjadi tempat yang ideal untuk pertumbuhan bakteri penghasil bau badan.[4]
3
Gantilah pakaian Anda secara teratur. Minimal, Anda harus berganti pakaian setiap hari. Penggantian pakaian lebih dari satu kali sehari juga bagus untuk dilakukan jika Anda melakukan pekerjaan atau olahraga yang membuat Anda berkeringat.
4
Kenakan pakaian yang terbuat dari serat alami.
Hindari pakaian yang ketat dan terbuat dari serat sintetis seperti nilon. Jenis pakaian ini membatasi kemampuan kulit untuk "bernapas" dan meningkatkan jumlah keringat yang dihasilkan.
5
Perhatikan kaus kaki dan sepatu Anda.
Pakailah kaus kaki yang tebal, lembut dan terbuat dari serat alami. Atau, Anda juga bisa memakai kaus kaki olahraga yang diciptakan untuk menyerap kelembapan. Dibanding sepatu berbahan sintetis, gunakan sepatu yang terbuat dari kulit, kanvas, atau mesh.
Gantilah kaus kaki setidaknya sehari dua kali jika kaki Anda rawan berkeringat.
Pertimbangkan untuk membawa kaus kaki cadangan di siang hari agar Anda bisa menggantinya kapan pun dibutuhkan.
6
Gunakan produk yang bisa mencegah bau badan.
Beberapa produk bisa menutupi bau badan atau menghilangkan sumber masalah keringat.
Deodoran menggunakan parfum untuk menutupi bau keringat tanpa menghilangkan keringatnya itu sendiri.
Antiperspirant mengurangi jumlah keringat yang dihasilkan tubuh. Aluminium klorida, bahan aktif yang biasa terkandung dalam antiperspirant, menghalangi kelenjar keringat untuk memproduksi keringat. Selain membuat tubuh bebas keringat, banyak antiperspirant juga mengandung bahan parfum yang bisa membuat Anda wangi.
Jika antiperspirant biasa tidak berhasil mencegah keringat, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan formulasi khusus aluminium klorida. Antiperspirant ini biasanya digunakan saat malam hari dan dibersihkan di pagi hari. Antiperspirant tersebut bekerja dengan menggunakan waktu Anda tidur (keringat lebih sedikit muncul saat tidur) untuk meresap ke kelenjar keringat dan menghalangi produksi keringat.[5]
7
Gunakan parfum atau body spray.
Meskipun tidak bisa dijadikan pengganti rutinitas kebersihan, parfum bisa mengganti aroma tidak sedap dengan wangi yang enak.
Lakukan eksperimen untuk mencari parfum yang cocok dengan zat-zat kimia di tubuh Anda.
Selalu bawa parfum atau body spray Anda di siang hari untuk menyegarkan aroma tubuh.
Perhatikan peraturan tentang wewangian di tempat kerja atau sekolah Anda. Beberapa orang sangat sensitif terhadap wewangian sintetis dan Anda mungkin tidak diizinkan untuk memakainya dalam keadaan tertentu.
Parfum yang reaktif terhadap kelembapan (belum dijual di pasaran) mungkin bisa bermanfaat di masa depan. Para ilmuwan di Irlandia telah mempelajari cara untuk mengikat wewangian dengan cairan ion yang bereaksi terhadap air, termasuk air di dalam keringat. Semakin banyak keringat yang dihasilkan saat parfum tersebut dipakai, semakin kuat pula wanginya akan tercium.[6]























 
     

Tuesday, October 16, 2018

RESEP UDANG SAOS PADANG





Udang saos padang

Bahan-bahan :
1/4 kg udang besar
Jagung rebus
Telur
Bawang bombai cincang
Daun bawang
Bumbu halus :
5 siung bawang merah
2 siung bawang  putih
cabe rawit merah
3 butir kemiri
Cabe merah kriting
1 buah tomat ukuran kecil
Saos :
Daun salam
Daun jeruk
Saos tiram
Saos sambal
Merica bubuk
Kaldu bubuk
Garam  secukupnya
Cara membuat :
Tumis bumbu halus,bawang bombai, daun salam dan daun jeruk hingga harum
 
Masukkan merica bubuk,garam,kaldu bubuk,saos tiram saos sambal.,lalu tambahkan air
 
Setelah itu masuk'kan udang dan jagung rebus,tunggu sampai udang matang.,
 
Setelah udang d rasa matang,masuk kan kocokan telur lalu aduk rata.,udang saos padang siap d sajikan.
Selamat menikmati.
 










Friday, October 12, 2018

RESEP BANANA NUGGET














Banana Nugget:
1000 gram pisang matang dihaluskan
30 gram susu bubuk
200 gram tepung terigu
30 gram gula pasir
1 sdt vanili
1/2 sdt garam
2 butir telur (kocok lepas)
Bahan pencelup:
100  gram tepung terigu
Tepung panir secukupnya
3 butir telur (kocok lepas)

Cara Membuat
Campur semua bahan. Aduk sampai rata.
Tuang ke loyang berukuran 20x10 centimeter yang telah dialasi baking paper atau dioles minyak. Kukus selama 25 menit. Dinginkan, lalu potong-potong sesuai selera.
Celupkan ke dalam tepung terigu, kemudian telur. Lalu, balur dengan tepung panir.
Panaskan minyak goreng. Kemudian, goreng pisang yang sudah dibalur tepung panir sampai warna kuning kecoklatan.
Setelah matang, banana nugget siap disajikan dengan aneka topping sesuai selera Anda.
SELAMAT MENIKMATI

Wednesday, October 10, 2018

Resep Salad Buah


Bahan-bahan
1/4  kg anggur
Buah apel secukupnya
Melon secukupnya
Pepaya secukupnya
Keju
4 sdm Mayonais
4 sdm Susu kental manis
Cara membuat:
Cuci dan bersihkan buah-buahan
 
Potong masing-masing buah sesuai selera
 
Tambahkan mayonais, susu kental manis dan aduk rata
 
Siapkan wadah, dan bagi rata salad buah
 
Berikan parutan keju d atas salad
 
Masukan kedalam kulkas agar lebih segar
 















Tuesday, October 9, 2018

KISAH NABI MUSA AS. NABI ULUL AZMI


Nabi Musa as
Nabi Musa as adalah seorang rasul dan nabi pilihan Allah yang diutus menghadap kepada kaum Fir'aun, serta diutus membebaskan Bani Israel menghadapi penindasan bangsa Mesir.[1] nabi Musa as dikenal sebagai perantara dalam hal pengajaran agama dan pengampunan dosa untuk Bani Israel.[2] nabi Musa as bergelar Kalimullah (seseorang yang berbicara dengan Allah).[3] nabi Musa as merupakan figur yang paling sering disebut di kitab Al-Quran, yakni sebanyak 136 kali serta termasuk golongan Rasul Ulul Azmi.
Musa
alaihissalam (عليه السلام)
Musa alaihissalam
Lahir
Mosheh
Nama lain
Musa bin Imran
Dikenal atas
Kitab Musa, Taurat, Tongkat Musa
Pendahulu
Nabi Yusuf
Pengganti
Yusha
Anak
Girsom
Eliezer
Orang tua
Imran (ayah)
Yukhabad (ibu)
Kerabat
Harun (kakak)
Miryam (kakak)
Musa as dilahirkan di negeri Mesir sewaktu Bani Israel tinggal sebagai bangsa pendatang sejak zaman Nabi Yusuf as. Imran dan Yukhabad merupakan kedua orang tua Musa as yang berasal dari Suku Lawy. nabi Musa as merupakan adik kandung Nabi Harun as dan Miryam.
Kelahiran Nabi Musa as
Sebelum nabi Musa as lahir, seluruh anggota keluarga nabi Ya'qub as tinggal sebagai masyarakat pendatang di negeri Mesir. Selama masa kekuasaan nabi Yusuf as, Bani Israel dilimpahi banyak kemudahan hidup. Akan tetapi keadaan mulai berubah sepeninggal nabi Yusuf as, oleh sebab raja yang menggantikan Yusuf as tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman hidup dengan bangsa Bani Israel. Bangsa ini diperbudak oleh Mesir lantaran raja Fir'aun pada zaman itu merupakan raja yang zalim serta memecah belah rakyatnya melalui tindakan menindas kalangan yang dipandang lemah.[4]
Tatkala raja Fir'aun mendapati sebuah mimpi yang mengguncangkan; seorang ahli tafsir mimpi memahami makna mimpi tersebut sebagai pertanda buruk bagi kekuasaan raja Fir'aun bahwa akan ada seorang anak laki-laki dari Bani Israel yang menjadi seorang laki-laki gagah perkasa yang kelak memimpin golongan pengikutnya melawan kekuasaan Mesir serta membawa berbagai kehancuran hebat di negeri Mesir; juga para pengikut orang tersebut akan mengangkut harta kekayaan yang berlimpah disertai bantuan kekuatan milik musuh Mesir lalu menumpas seluruh kaum pemuka di bangsa Mesir pula. raja Fir'aun beserta seluruh pemuka kaumnya merasa ketakutan bahwa penafsiran mimpi itu bermakna bahwa Bani Israel kelak bersekutu dengan musuh Mesir untuk menghancurkan negeri Mesir.[5] Pada saat bersamaan, jumlah lelaki di Bani Israel bertambah pesat sehingga kaum raja Fir'aun tidak bisa memperkirakan siapakah anak yang diramalkan itu. Maka diadakan sebuah perintah keji di Mesir bahwa seluruh anak laki-laki yang baru lahir harus dibunuh, sedangkan seluruh anak perempuan yang baru lahir boleh dibiarkan hidup.[6]
Namun terdapat seorang bangsawan di istana raja Fir'aun yang menyarankan supaya tidak berupaya melawan ketetapan tersebut melainkan tunduk menjadi pengikut orang Bani Israel tersebut, agar seisi istana raja Fir'aun tidak turut dilenyapkan. Walaupun demikian,raja Fir'aun justru berlaku sombong seraya sewenang-wenang mendakwakan diri sebagai dewa atas bangsa Mesir: "Haruskah dewa sehebat diriku tunduk berpasrah terhadap seorang manusia dari kalangan yang diperbudak oleh kaum kita sendiri?" kemudian raja Fir'aun membujuk para pengikutnya melaksanakan perintah keji ini.[7]
Mendengar kabar tentang perintah keji raja Fir'aun, Imran merasa sangat gelisah tentang keselamatan anak yang dikandung Yukhabad istrinya. Kedua anak Imran Harun dan Miryam memberi tanggapan tentang kejadian ini. Miryam sebagai seorang nabiah, mendapati pertanda nubuat bahwa seorang anak laki-laki akan dilahirkan ibunya dan anak itu akan mengalami kejadian hebat dalam perairan, sehingga Miryam menyarankan supaya anak tersebut diletakkan ke sebuah perairan atau sungai oleh sebab Miryam meyakini akan ada keajaiban Allah yang akan menyelamatkan anak itu menghadapi air. Akan tetapi Imran merasa khawatir bahwa nubuat yang disampaikan oleh putrinya itu tidak terwujud.[8] Harun as, yang juga merupakan seorang nabi, menyampaikan saran supaya sang ibu ditempatkan di tempat yang aman, supaya anak tersebut dapat dilahirkan dalam keadaan tenang sementara seluruh anggota keluarga yang lain berpuasa serta berdoa secara bersungguh-sungguh demi keselamatan anak tersebut kemudian berpasrah menyerahkan nasib anak tersebut kepada Allah, oleh sebab itu nabi Harun as meyakini bahwa Allah sanggup menghadirkan sesosok malaikat yang selalu menyertai anak tersebut supaya kembali di tengah-tengah mereka dalam keadaan selamat. Imran merasa tentram ketika mendengar ucapan bijaksana Harun as, sehingga Imran menempatkan Yukhabad bersama Miryam di sebuah gua supaya berlindung hingga hari bersalin.
Setelah Yukhabad melahirkan seorang anak laki-laki; tepat sebagaimana pertanda yang telah diperoleh Miryam, ia merasa sangat bahagia sekaligus tak tega apabila harus menyerahkan putranya kepada kaum Fir'aun. Miryam merasa bergembira bahwa pertanda nubuat yang diperoleh merupakan kebenaran lalu Miryam bersegera memberitahu ayahnya dan Harun, supaya berdoa demi keselamatan anak laki-laki ini. Sementara itu, Yukhabad berada dalam kegelisahan antara menyerahkan sang putra kepada pemuka kaum Fir'aun atau menuruti anjuran Miryam untuk menempatkan sang anak ke dalam wilayah perairan, Yukhabad berdoa seraya menangis untuk menentukan nasib anaknya. Maka Allah mewahyukan kepada Yukhabad,[9] supaya menenangkan diri lalu meletakkan anak tersebut ke dalam sebuah tabut kemudian menempatkan tabut itu menuju sebuah sungai seraya mempercayakan nasib anak tersebut kepada Yang Maha Melindungi. Yukhabad menempatkan sang anak dalam sebuah tabut yang ia temukan lalu melepas tabut itu sambil berdoa supaya Allah selalu menjaga keselamatan anak tersebut agar kembali kepada keluarganya, seraya supaya kelak diperkenan sebagai hamba yang berbakti kepada Allah.
Yukhabad mengakui bukti kebenaran pertanda nubuat Miryam lalu menyuruh gadis itu mengikuti kemana tabut akan menepi.[10] Miryam pun mendapati dari kejauhan sewaktu istri Fir'aun sedang menarik tubuh adiknya dari perairan seraya wanita itu berkata "Musa, Musa." Miryam menduga hal ini merupakan pertanda buruk sehingga ia khawatir tentang keselamatan Musa as.
Miryam bersegera mendekat ke tengah kerumunan wanita yang hendak menyusui Musa as, supaya memastikan apa yang akan terjadi pada sang adik. Tatkala Musa as tidak mau menerima penyusuan dari siapapun; Miryam menyadari bahwa hal ini merupakan cara Allah untuk mengembalikan Musa as ke ibu kandungnya, kemudian Miryam menawarkan bantuan supaya menghadirkan seorang wanita yang sanggup menyusui Musa as.
Ketika Yukhabad dipertemukan kembali dengan anaknya, perasaan sang ibu menjadi lega dan bersyukur bahwa Allah telah memenuhi janji tentang Musa as; sehingga Yukhabad dapat mengasuh Musa, putra kandungnya.[11]
Kehidupan di Istana Mesir Sunting
Setelah beberapa waktu, Musa dijadikan sebagai anak angkat oleh istri Fir'aun serta Musa bergelar seorang pangeran negeri Mesir. Ia belajar di istana Mesir untuk mewarisi Ilmu-Ilmu khusus beserta Hikmah-Hikmah berharga yang ditinggalkan Nabi Yusuf, salah seorang putra Nabi Ya'qub, yang sebelumnya menjadi penguasa di negeri Mesir. Musa as secara mudah menyerap berbagai Ilmu yang dikhususkan bagi hamba-hamba pilihan Allah.[12] Musa as tidak seperti para pemuka kaum Fir'aun yang tidak mengimani Allah sehingga kaum pemuka Fir'aun mengalami kesulitan untuk memahami peninggalan berharga ini. Mewarisi Hikmah-Hikmah Yusuf as, sosok Musa as yang masih muda memiliki kebijaksanaan mengungguli kaum tetua di Mesir.
Seisi istana raja Fir'aun merasa heran terhadap Musa yang sanggup menyingkapkan berbagai perkara rumit sebagaimana kemampuan istimewa nabi Yusuf as sehingga kaum Fir'aun mulai menduga bahwa Musa as merupakan anak laki-laki yang pernah diramalkan. Akan tetapi salah seorang pemuka dalam kaum Fir'aun menyatakan bahwa perlu ada pembuktian tentang kebenaran dugaan ini. Pemuka itu menyuruh Musa supaya memilih antara bara api yang panas atau batu permata. Tatkala Musa as memilih bara api, kaum Fir'aun meyakini bahwa Musa bukanlah orang yang diramalkan. Setelah itu, Musa as tidak lagi dihadirkan di tengah-tengah para pemuka kaum Fir'aun sebab mereka merasa malu apabila raja Fir'aun yang telah mengaku dewa kemudian dipimpin oleh Musa as, berbeda dengan Raja Mesir terdahulu yang bersedia dipimpin oleh nabi Yusuf as.
Melarikan diri dari negeri Mesir.
Sebagai seorang yang berkedudukan di negeri Mesir, Musa as berhak pergi kemanapun ia kehendaki di wilayah Mesir, termasuk ketika Musa mengunjungi wilayah Mesir yang ditempati Bani Israel. Ia merasa iba hati sewaktu melihat Bani Israel diperlakukan secara sewenang-wenang di negeri Mesir. Tatkala mendapati ada seorang Mesir memukul seorang dari kalangan Bani Israel, Musa segera mendekat dan mempertanyakan tindakan orang Mesir itu. Orang Mesir menjawab bahwa seluruh Bani Israel adalah kaum budak sehingga boleh diperlakukan sekehendak hati; seketika Musa as membantah dengan menyatakan bahwa Bani Israel adalah golongan pewaris hamba-hamba pilihan Allah. Lalu orang Mesir itu menertawakan Musa seraya menantang sebuah bukti kebenaran hukuman Allah akibat pemukulan kepada seorang hamba Allah, jika benar bahwa Bani Israel memang golongan hamba Allah. Musa as yang dipenuhi amarah memberi balasan setimpal untuk membela seorang dari kalangannya, sehingga Musa meninju orang Mesir yang tanpa diduga menyebabkan kematian orang Mesir tersebut.[13]
Musa as merasa bersalah karena telah menuruti hawa nafsu atas hal ini karena ia sebenarnya tidak memiliki niat membunuh orang Mesir.[14] Ia menguburkan orang Mesir itu lalu berlari sambil memohon pengampunan serta memohon perlindungan kepada Allah terhadap persoalan ini. Keesokan harinya Musa as kembali mendapati dua orang berkelahi; keduanya sama-sama berasal dari Bani Israel. Musa as menyalahkan kedua orang itu, namun salah seorang dari keduanya menyatakan telah mengetahui tindakan Musa as sehari sebelumnya,[15] Musa as pun merasa cemas dan berusaha mencari perlindungan. Tatkala seisi Istana Mesir mendengar kabar ini, mereka memperdebatkan tentang hukuman untuk Musa dalam beberapa waktu sehingga Allah menyelamatkan Musa menghadapi persoalan ini. Sewaktu ketetapan terhadap Musa telah diputuskan; salah seorang dari kalangan Musa yang mendengar keputusan ini segera berlari menjumpai Musa supaya dapat meluputkan diri terhadap hukuman kaum Fir'aun.[16]
Musa berdoa seraya memohon perlindungan terhadap kaum Fir'aun dalam kepergiannya.[17] Tatkala ia sampai di negeri Madyan, Musa as mendapati dua orang perempuan sedang menggembalakan ternak. Ketika mengetahui bahwa mereka berdua sedang menunggu untuk memberi minum ternak, Musa as membukakan sebuah sumur air sehingga ternak itu dapat minum. Tatkala Musa as merasa letih akibat perjalanan meninggalkan Mesir, ia berdoa memohon pertolongan Allah.[18] Tak lama kemudian Musa as mendapati seorang perempuan yang telah ia bantu; perempuan itu mendekat dan bertanya tentang diri Musa as, Musa as menyatakan bahwa ia datang dari Mesir, kemudian Musa as diundang ke rumah ayah perempuan itu yakni Yitro; sebab sang ayah hendak memberi hadiah kepada orang yang membantu menggembalakan ternaknya.[19]
Tatkala Musa as sampai di rumah sang ayah dari perempuan itu, Musa as memperkenalkan diri dan menceritakan permasalahan yang dihadapinya. Yitro menenangkan Musa seraya berkata "Jangan khawatir sebab kamu telah selamat menghadapi orang-orang zalim itu."[19] Mendapati kekuatan tubuh Musa as dan pribadi yang terpercaya untuk menggembakan ternak; perempuan itu menyarankan kepada sang ayah supaya menjadikan Musa as sebagai penggembala yang bekerja untuk keluarga mereka.[20] Yitro menyadari pula bahwa perempuan-perempuan tak seharusnya bekerja sebagai penggembala; maka Yitro berencana memberikan salah seorang putrinya untuk Musa as, dengan syarat bekerja menggembalakan ternak selama delapan tahun, Yitro mengizinkan apabila Musa hendak menggenapi masa bekerja menjadi sepuluh tahun. Musa as bersedia menyanggupi persyaratan ini,[21] dan ia berjanji kepada Yitro; kemudian Musa as dinikahkan dengan anak perempuan Yitro. Selama tinggal di negeri Madyan, Musa as memperoleh dua putra, yakni Girsom dan Eliezer.
Pengutusan ke negeri Mesir.
Panggilan Ilahi kepada Musa as
Tatkala telah menyelesaikan persyaratan yang disepakati dengan Yitro; Musa as bersama keluarganya berangkat meninggalkan negeri Madyan. Pada sebuah malam, Musa as berjalan sambil membawa sebuah tongkat lalu ia mendapati sebuah perapian di lereng Gunung Sinai, sedangkan anggota keluarga yang lain tidak mendapati apapun di lereng gunung itu. Musa meminta keluarganya berhenti sejenak dalam perjalanan supaya ia dapat memastikan keadaan api itu ataupun supaya ia dapat mengambil sesuluh api untuk penghangat tubuh.[22] Ketika Musa mencapai lereng itu, ia mendapati suara yang memanggil:[23] "Wahai Musa, sesungguhnya Akulah Tuhanmu Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. Bahwa telah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api itu,[24] maupun yang berada di sekitarnya; maka hendaklah kamu lepaskan kedua terompahmu itu;[25] sebab kamu berada di sebuah tempat yang kudus, Thuwa,[26] dan Akulah yang memilih dirimu untuk DiriKu;[27] maka hendaklah kamu memperhatikan hal-hal yang akan diwahyukan: Bahwasanya Akulah Allah, Tiada Tuhan selain Aku,[28] maka sembahlah Aku dan dirikan sembahyang untuk mengingat Aku.[29] Sesungguhnya Hari Kiamat itu pasti akan terlaksana; Aku merahasiakan itu supaya tiap-tiap diri dibalas sesuai yang ia usahakan;[30] maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan mengenai perkara ini oleh orang yang tidak beriman maupun oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya sendiri, yang dapat menyebabkan dirimu ditimpa celaka."
Tatkala Musa as tidak berani mendekat, Allah berfirman kepada Musa as; "Apakah itu yang di tangan kananmu, wahai Musa?" Musa berkata: "Ini adalah tongkatku, aku bersandar padanya, dan aku menggugurkan dedaunan mempergunakan alat itu supaya dapat memberi makan ternakku, dan ada lagi kegunaan yang lain padanya."[31] Allah berfirman: "Lemparkan itu, wahai Musa!" tatkala tongkat itu dilemparkan, tiba-tiba benda itu menjelma sebagai seekor ular yang merayap secara gesit,[32] seketika Musa berbalik menjauh, Allah berfirman: "Peganglah itu dan jangan takut; sebab kamu termasuk orang-orang yang terlindungi, bahwasanya orang yang dijadikan Rasul tidak takut di hadapan Aku;[33] namun orang yang berlaku zalim kemudian kezaliman itu diganti dengan kebaikan, ketahuilah bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."[34] maka Allah mengembalikan ular itu menjadi keadaan semula. Allah memerintahkan Musa mendekapkan tangan ke dada niscaya tangan Musa tampak putih cemerlang tanpa celah,[35] sebagai dua mukjizat dari Allah, supaya Allah perlihatkan melalui diri Musa as sebagian Bukti Kekuasaan yang luar biasa.[36]
Allah berfirman kepada Musa as: "Menghadaplah kepada Firaun;[37] sebab ia telah bertindak sewenang-wenang, dan ucapkan: 'Bersediakah kamu untuk memurnikan diri supaya kamu kubimbing menuju Jalan Tuhanmu agar kamu takut terhadap Dia?' serta menghadaplah kepada kaum yang berlaku sewenang-wenang itu; kaum Fir'aun, mengapakah mereka tidak bertakwa?"
Walaupun Musa as menerima perintah secara langsung dari Allah, bahkan ia diizinkan untuk mendengar Suara Allah secara nyata; Musa as merendah diri seraya menyatakan belum dapat melupakan kesalahannya berkenaan dengan kematian seorang Mesir. Musa as berkata: "Wahai Tuhanku sungguh aku pernah membunuh seorang manusia yang termasuk golongan mereka, maka aku khawatir mereka akan membunuh diriku;[38] dan sungguh aku khawatir mereka akan membantah diriku sehingga dadaku sempit dan ucapanku tidak lancar, maka utuslah Harun, saudaraku, ia lebih fasih ucapannya dibanding diriku; sehingga utuslah Harun mengiringi diriku sebagai rekanku untuk membantu diriku."[39] Allah menyatakan bahwa Dialah yang akan membantu Musa serta saudaranya itu, dan Allah berikan kepada mereka berdua kekuasaan yang besar sehingga kaum Fir'aun tidak dapat berbuat apapun terhadap Musa asdan Harun as, supaya mereka berdua membawa berbagai mukjizat Allah, bahwa orang-orang yang mengikuti Musa as merupakan kubu yang berjaya. Allah memerintahkan pula supaya Musa as dan Harun as tidak khawatir tatkala pergi dengan membawa mukjizat-mukjizat Allah; sebab Allah yang menyertai mereka berdua dan bahwasanya Allah Maha Mendengar doa hamba-hambaNya.[40]
Setelah menerima tugas pengutusan, Musa as bersegera menyampaikan hal ini kepada keluarganya. Musa as menjelaskan bahwa ia harus pergi ke Mesir untuk memenuhi sebuah perintah yang secara khusus Allah sampaikan kepada dirinya di Gunung Sinai. Mereka pun kembali ke rumah Yitro, dan berpamitan untuk berangkat ke Mesir. Musa as mendapati Harun sewaktu sampai di wilayah negeri Mesir, Harun berbahagia sebab masih dapat berjumpa dengan Musa as dalam keadaan selamat, sebab Harun mengkhawatirkan keadaan Musa as sejak kepergian dari istana Mesir, Harun menyampaikan rasa kegelisahannya tentang kaum Fir'aun yang menindas Bani Israel. Walaupun demikian, Musa as menentramkan kakaknya seraya menyampaikan kabar gembira bahwa Allah telah menyertai dirinya selama ia tinggal di negeri Madyan serta ia memperoleh dua putra darisana; terlebih lagi Allah telah memanggil ia untuk pengutusan menghadap kepada Fir'aun, Musa as juga menyampaikan bahwa Allah telah mengabulkan permohonan agar Harun diperkenan sebagai rekan sewaktu menghadap kepada Fir'aun.[41]
Nabi Musa as dan Nabi Harun as menghadap kepada raja Fir'aun .
Ketika hendak menghadap kepada Fir'aun, Musa as memohon perlindungan kepada Allah, Musa as berdoa: "Wahai Tuhanku, lapangkan dadaku untuk diriku, dan mudahkan urusanku untuk diriku, dan lepaskan kekakuan lidahku supaya mereka mengerti ucapanku serta jadikan untuk diriku, seorang pengiring dari kalangan keluargaku yaitu Harun, saudaraku; teguhkan kekuatanku bersama dirinya dan teguhkan ia sebagai rekan dalam perjuanganku supaya kami banyak mengagungkan Engkau, dan banyak mengingat Engkau; sungguh Engkaulah Yang Maha Mengawasi kami."[42] Allah berfirman: "Sungguh telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa as"[43] Allah berfirman kepada keduanya: "Janganlah kalian berdua khawatir, sesungguhnya Aku menyertai kalian, Akulah Yang Maha Mendengar dan Akulah Yang Maha Mengawasi. Berangkatlah kamu beserta saudaramu membawa berbagai mukjizatKu, dan janganlah kalian berdua melalaikan diri dalam mengingat Aku. Menghadaplah kalian berdua kepada Firaun, sungguh ia telah melampaui batas; lalu berbicaralah kepada Fir'aun melalui ucapan-ucapan yang lemah lembut, kiranya ia tersadar atau takut."[44]
Sewaktu Musa as datang ke Istana Mesir, banyak bangsawan dari berbagai negeri hadir atas undangan Fir'aun. Ketika para penjaga istana melihat Musa, tangan dan kaki mereka tidak dapat bergerak sehingga Musa beserta Harun secara mudah menghadap kepada Fir'aun. Seisi istana Fir'aun merasa heran sewaktu ada tamu yang tidak bersujud kepada Fir'aun. Fir'aun berkata kepada keduanya: "Pada hari ini segala bangsawan di wilayahku hadir membawa banyak persembahan atas undanganku; supaya mereka bersujud menyembah dewa Mesir, yakni diriku, lalu siapakah kalian berdua yang berani menghadap kepada diriku tanpa merendah diri dan siapakah yang menyuruh kalian datang ke tempat ini dan apakah yang kalian bawa kepada diriku?" Musa berkata: "Wahai Fir'aun, Sesungguhnya kami berdua adalah Rasul Tuhanmu, merupakan kewajibanku untuk tidak mengatakan sesuatu tentang Allah, kecuali perkara yang benar; bahwasanya aku menghadap kepada dirimu dengan membawa berbagai bukti nyata dari Tuhanmu, maka serahkan hamba-hamba Allah bersama kami dan jangan menindas mereka; sungguh aku merupakan seorang Rasul yang terpercaya untuk dirimu, dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah, bahwasanya kami telah datang kepada dirimu dengan membawa berbagai Bukti dari Tuhanmu; maka kesejahteraan dilimpahkan untuk orang yang menuruti bimbingan; Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami berdua bahwa Malapetaka itu ditimpakan kepada orang-orang yang mendustakan dan yang berpaling."[45] Akan tetapi Fir'aun mendustakan seraya menyombongkan diri, serta berpaling seraya berusaha menantang.
Kaum Fir'aun menjawab: "Bukankah kami pernah mengasuh dirimu di tengah-tengah kami sewaktu kamu masih kanak-kanak dan kamu pernah tinggal di tengah-tengah kami selama beberapa tahun dalam hidupmu dan kamu telah terlibat dalam suatu perkara yang telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna." Musa berkata: "Diriku telah melakukan tindakan itu, sewaktu aku termasuk orang-orang yang khilaf; namun Allah adalah Yang Maha Pengampun terhadap segala orang yang bertobat secara tulus maupun orang yang berbuat kebajikan;[34] lalu aku harus melarikan diri meninggalkan kalian ketika aku mencemaskan hukuman kalian, kemudian Tuhanku mengaruniakan Ilmu kepada diriku; serta Dialah yang menjadikan diriku termasuk golongan Rasul, bahwasanya hal ini adalah anugerah yang Allah berikan untuk diriku disebabkan kalian telah memperbudak Bani Israel,[46] akan tetapi Allah menyelamatkan diriku dan Dialah yang melindungi diriku supaya aku menghadap kepada kalian. Ketahuilah bahwa Bani Israel adalah hamba-hamba Allah,[47] oleh sebab itu bebaskan mereka, yakni orang-orang merdeka keturunan nabi Ibrahim,nabi Ishaq dan nabi Ya'qub yakni para hamba milik Allah, Tuhan kami berdua."
Walaupun Fir'aun sebenarnya mempercayai ucapan Musa, namun rasa kesombongan merintangi akal sehat sehingga Fir'aun mengeraskan kalbu serta enggan untuk benar-benar mempercayai ucapan Musa,[48] Firaun berkata: "Lalu siapakah Tuhan kalian berdua, wahai Musa?"nabi Musa berkata: "Tuhan kami berdua ialah Yang telah Menentukan rancangan pada tiap-tiap sesuatu,[49] kemudian Dialah yang memberinya petunjuk" Firaun berkata: "Dan bagaimanakah keadaan umat-umat terdahulu?" Musa menjawab: "Pengetahuan tentang itu berada dalam sebuah Kitab pada sisi Tuhanku, Tuhan kami berdua takkan salah dan Dia takkan lupa,[50] Tuhan kami berdua adalah Tuhannya semesta alam." Fir'aun bertanya: "Siapakah Tuhannya semesta alam itu?" Musa menjawab: "Tuhan yang Menciptakan langit beserta bumi maupun yang ada antara keduanya." Fir'aun berkata kepada orang-orang di sekelilingnya: "Apakah kalian tidak mendengarkan?" Musa berkata kepada seisi istana itu: "Tuhan kalian maupun Tuhannya para leluhur kalian yang terdahulu." Fir'aun berkata kepada seisi istana: "Sesungguhnya Rasul yang diutus kepada kalian benar-benar orang gila."nabi Musa berkata: "Tuhannya Timur maupun Barat beserta yang berada antara keduanya, jika kalian memang mempunyai akal" Fir'aun berkata: "Sungguh apabila kamu menyembah dewa selain aku, pasti akan aku menjadikan dirimu sebagai orang yang hina."[51] Musa berkata: "Dan bagaimanakah jika aku tunjukkan Bukti yang nyata kepada dirimu?" Fir'aun berkata: "Buktikan hal yang nyata itu, jika kamu termasuk golongan yang benar." maka Musa melemparkan tongkatnya, yang tiba-tiba tongkat itu menjelma sebagai seekor ular yang nyata, kemudian Musa menampakkan tangannya maka seketika itu pula tangannya menjadi putih bercahaya bagi orang-orang yang memandang.[52] Namun Fir'aun justru berkata: "ia adalah seorang ahli sihir yang mahir."[53]
Melihat kedua mukjizat ini, Fir'aun serta para pemuka kaumnya justru meremehkan Musa; para pemuka kaum Fir'aun turut berlaku congkak dan mengingkari Musa walaupun di dalam hati mereka beriman kepada Musa;[48] para pemuka kaum Fir'aun menyatakan bahwa kedua tindakan Musa merupakan sihir yang dibuat-buat,[54] Musa pun membantah: "Apakah kalian mengatakan terhadap Bukti Kebenaran sewaktu ia datang kepada kalian: "Bukankah ini sihir?" padahal ahli-ahli sihir tidaklah mendapat kemenangan."[55] Akan tetapi kaum Fir'aun tetap berdalih: "Apakah kalian berdua datang kepada kami untuk memalingkan kami dari segala yang kami dapati telah dikerjakan oleh kaum leluhur kami, bahkan kami belum pernah mendengar hal ini dari leluhur kami ataukah supaya kalian berdua mempunyai kedudukan di muka bumi? sungguh kami takkan mempercayai kalian berdua."[56] nabi Harun menjawab: "Apakah kalian lebih mempercayai ucapan dari leluhur kalian yang telah mati dibanding Tuhan Yang Menghidupkan diri mereka maupun diri kalian? dan benarkah kalian merasa memiliki kedudukan di bumi?, Tidakkah kalian ingat bahwa tubuh kalian tidak ada sama sekali pada waktu langit dan bumi diciptakan? dan tidakkah tubuh kalian akan lenyap di muka bumi dalam keadaan serupa dengan tanah? maka bukankah Tuhan yang mengaruniakan kedudukan kepada orang yang Dia perkenan serta Dialah yang merenggut kedudukan itu dari orang yang Dia kehendaki."
Fir'aun dan para pemuka kaumnya tidak memperhatikan ucapan keduanya melainkan berlagak seraya meninggikan diri dan mereka congkak dengan hanya membandingkan kedudukan duniawi; kaum Fir'aun mengatakan: "Apakah kami percaya kepada dua orang manusia yang serupa diri kami juga, padahal kalangan mereka berdua merupakan orang-orang yang menghambakan diri terhadap kita?"[57] dengan demikian mereka berani menyombongkan diri terhadap perintah-perintah Allah yang disampaikan melalui kedua RasulNya,nabi Musa dan nabi Harun. Musa menjawab: "Tuhanku lebih Mengetahui tentang orang yang patut membawa Bimbingan dari sisiNya, dan kelak kalian akan mengerti siapa yang akan memperoleh pencapaian di negeri Akhirat; bahwa sebenarnya Bani Israel merupakan hamba-hamba Allah sebab Allah adalah Pemilik mereka. Bahwa Allah hendak mengadakan Perjanjian kepada mereka sebagai umat yang istimewa, dan ketahuilah bahwa orang-orang yang berlaku sewenang-wenang takkan memperoleh kemenangan dan sungguh aku berlindung pada Tuhanku maupun Tuhan kalian, terhadap keinginan kalian merajam diriku; dan sekiranya kalian tidak beriman pada diriku maka biarkanlah aku."
Pertarungan melawan para ahli sihir raja Fir'aun Sunting
Seisi istana Mesir takjub terhadap dua mukjizat yang dihadirkan pada diri Musa, mereka pun merasa kesulitan untuk membantah bukti jelas di hadapan mata mereka sendiri. Pada akhirnya mereka menganggap bahwa nabi Musa dan nabi Harun adalah dua ahli sihir yang sedang mengadakan sihir supaya meruntuhkan kedudukan Fir'aun di negeri Mesir.[58] Firaun berkata: "Adakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami mempergunakan sihirmu itu, wahai Musa? dan kami pun pasti akan mendatangkan pula sihir semacam itu di hadapanmu maka adakan suatu waktu pertandingan antara kami melawan kamu, yang tidak akan kami salahi dan tidak pula kamu dicurangi, pertandingan itu bertempat di pusat negeri." Musa berkata: "Waktu untuk pertandingan melawan kalian ialah di sebuah hari raya, dan hendaklah banyak orang dikumpulkan pada waktu matahari terbit." lalu Firaun berpaling serta merencanakan tipu daya, kemudian ia datang.[59] Musa berkata kepada mereka: "Celakalah kalian, janganlah kalian mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, yang dapat menyebabkan Dia menumpas kalian melalui Malapetaka pedih. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kedustaan pasti ditimpa celaka." kaum Fir'aun berbantah-bantahan tentang urusan mereka dan mereka merahasiakan percakapan itu. Terdapat salah seorang tokoh bangsawan Mesir yang berusaha menyadarkan Fir'aun tentang azab Ilahi seraya mengingatkan tentang ajaran Yusuf semasa berkuasa di Mesir. Akan tetapi, Fir'aun justru meninggikan diri seraya menyatakan bahwa dirinya lebih benar dibanding Musa. Sewaktu mendapati penolakan dari Fir'aun, tokoh bangsawan tersebut berusaha menyadarkan kaum Fir'aun tentang kesia-siaan kehidupan duniawi serta menganjurkan mereka supaya beriman kepada Allah. Namun para pengikut Fir'aun justru mengajak supaya kafir terhadap Allah. Tatkala tokoh bangsawan tersebut berserah diri kepada Allah, Allah melindunginya terhadap berbagai azab yang melanda kaum Fir'aun.[60]
Tatkala pertandingan itu dilaksanakan, banyak orang hadir termasuk kalangan Bani Israel dan para bangsawan yang diundang oleh Fir'aun. Fir'aun bekata: "Pada hari ini semua orang akan mengakui siapakah yang lebih kuat, Rasul yang dihadirkan oleh Tuhannya Bani Israel ataukah para utusan yang dihadirkan oleh dewa Mesir, yakni diriku. semoga kita mengikuti kubu yang menang; sebab betapa terhormat kubu yang menang pada hari ini!" Tatkala ahli sihir itu datang kepada Fir'aun, mereka mengatakan: "Benarkah kami akan mendapat upah apabila kami yang menang?" Fir'aun menjawab: "Tentu saja, kalian pasti akan dijadikan golongan terhormat yang didekatkan." Ketika Musa muncul menghadapi orang-orang itu, para ahli sihir berkata: "Wahai Musa, kamukah yang hendak melempar terlebih dahulu, ataukah kami yang hendak melemparkan?" Musa menjawab: "Lemparkanlah!" Tatkala mereka melempar, tali-tali dan tongkat-tongkat mereka tampak seolah merayap cepat lantaran tipu daya sihir, sehingga mengelabui penglihatan banyak orang dan menjadikan mereka ketakutan, serta para ahli sihir itu menampakkan sihir yang menakjubkan.[61] Setelah itu, Allah berfirman kepada Musa: "Jangan takut, sungguh kamulah yang paling unggul dan lemparkan yang berada ada di tangan kananmu, niscaya itu akan menelan apa yang mereka tipu dayakan sebab yang mereka perbuat itu merupakan tipu daya tukang sihir." Para ahli sihir berkata: "Demi kekuasaan Fir'aun, kami benar-benar akan menang." Allah berfirman: "Dan tidak akan menang tukang-tukang sihir itu, bagaimanapun mereka bertindak" Musa berkata: "Apa yang kalian lakukan, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah yang akan menampakkan kelemahannya; sungguh Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya tindakan orang-orang yang mengadakan kekacauan dan Allah akan mengokohkan Kebenaran melalui KetetapanNya walaupun orang-orang yang berdosa tidak menyukai hal ini."[62] dan Allah wahyukan kepada Musa: "Lemparkan tongkatmu!" kemudian seketika tongkat itu menelan benda-benda yang mereka sihirkan, sehingga Kebenaran yang berjaya, sedangkan segala yang para ahli sihir usahakan menjadi sia-sia.[63]
Para ahli sihir tersebut takluk di tempat itu dan mereka menjadi orang-orang yang kalah; bahkan menundukkan diri seraya bersujud, mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhannya semesta alam, Tuhannya Musa maupun Harun."[64] Fir'aun berkata: "Apakah kalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepada kalian? ini pasti adalah suatu muslihat yang telah kalian rencanakan di dalam kota ini untuk menyesatkan seisi penduduknya melalui perkara demikian, sungguh ia adalah pemimpin kalian yang mengajarkan sihir kepada kalian. kelak kalian akan mengetahui bahwa aku akan memotong tangan beserta kaki kalian secara bersilang dan bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kalian akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kejam dalam menyiksa."[65] Ahli-ahli sihir itu menjawab: "Sesungguhnya kepada Tuhan, kami berpulang. kami takkan lebih mengutamakan kamu dibanding berbagai bukti nyata yang telah datang kepada kami maupun dibanding Tuhan yang telah menciptakan kami. maka putuskan perkara yang hendak kamu putuskan, bahwa kamu hanya dapat bertindak dalam kehidupan di dunia ini saja;[66] sungguh kami telah beriman kepada Tuhan kami, kiranya Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami maupun sihir yang telah kamu paksakan supaya kami lakukan. Bahwasanya Allah adalah Yang Terbaik dan Yang Abadi. Sungguh barangsiapa menghadap kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa maka sungguh disediakan Neraka Jahanam untuk orang itu, kemudian orang itu tidak mati dan tidak hidup disana, sedangkan barangsiapa menghadap kepada Tuhannya dalam keadaan beriman serta bersungguh-sungguh memperbuat berbagai kebajikan, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh kedudukan-kedudukan terhormat; Surga 'Adn yang dialiri sungai-sungai di bawahnya, mereka disana selamanya.[67] Dan itulah balasan untuk orang yang murni dan kamu tidak menyalahkan kami melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami tatkala ayat-ayat itu datang kepada kami; sungguh kami sangat menginginkan kiranya Tuhan kami mengampuni berbagai kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang bersegera untuk beriman." Para ahli sihir itu berdoa: "Ya Tuhan kami, limpahkan kesabaran kepada kami dan wafatkan kami dalam keadaan berserah diri."
Berdakwah kepada Bani Israel Sunting
Mendapati kubu kaum Fir'aun takluk dalam pertarungan melawan Musa, banyak penduduk Mesir menghormati kedudukan Musa serta mengakui Musa sebagai Rasul Allah. Walaupun semula kaum Fir'aun berniat untuk merendahkan Musa dan supaya menyamakannya sebagai tukang sihir, mereka justru mendapati banyak orang meyakini bahwa Musa bukan seorang manusia biasa bahkan penduduk Mesir itu sendiri ketakutan untuk bertindak sesuatu terhadap Musa.[68] Tatkala Bani Israel merasa yakin bahwa Allah telah mengutus Musa untuk mereka, maka banyak orang dari Bani Israel yang meminta perlindungan kepada Musa menghadapi penindasan kaum Fir'aun; Musa pun menyatakan bahwa ia bukanlah yang sanggup dimintai pertolongan melainkan ia memerintahkan Bani Israel supaya memohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Melindungi; serta Musa mengingatkan bahwa Bani Israel adalah kaum keturunan pewaris nabi Ibrahim,nabi Ishaq dan nabi Ya'qub; ketiga hamba yang dipilih Allah,[69] oleh sebab itu Bani Israel juga harus meneladani sikap nabi Ibrahim yang setia dan bersedia mengorbankan banyak hal sekalipun nyawanya sendiri, demi membuktikan ketulusan pengabdiannya untuk Allah. Sehingga Bani Israel harus membuktikan diri sebagai orang-orang yang rela menyerahkan apapun untuk Allah serta supaya mereka teruji setia kepada Allah dalam segala keadaan. Sebagaimana Ibrahim memperoleh janji dari Allah bahwa seisi bumi diwariskan untuk kaum pewarisnya, yakni orang-orang yang bersedia menyembah kepada Allah.[70] Musa memberitahukan pula bahwa Bani Israel sebagai kaum keturunan Ibrahim akan memperoleh perjanjian abadi tentang berbagai karunia istimewa dari Allah. Musa juga memohon kepada Allah supaya menumpas para musuh Bani Israel dan Musa berdoa supaya kelak Bani Israel menjadi kaum penguasa dan kaum pewaris di muka bumi.[71]
Sebagian besar Bani Israel yang telah diperbudak bangsa Mesir, merasa tidak berani menyatakan sikap keimanan kepada Allah sehingga tiada yang terang-terangan menyatakan beriman kepada Musa selain para pemuda dari kalangan suku Lawy yang berada dalam keadaan khawatir bahwa Fir'aun beserta para pemuka kaum Fir'aun hendak menindas mereka juga,[72] sebab hanya suku ini yang tidak turut diperbudak di Mesir. Musa berkata: "Wahai kaumku, jika kalian beriman kepada Allah maka hendaklah kalian menaruh kepercayaan kepada Dia saja, apabila kalian memang berserah diri."[72] lalu mereka berkata: "Kepada Allah, kami menaruh kepercayaan!", mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, jangan kiranya Engkau jadikan kami sasaran penindasan bagi golongan yang sewenang-wenang itu, dan selamatkan kami melalui anugerahMu menghadapi orang-orang kafir." Allah mewahyukan kepada Musa beserta Harun supaya mendirikan rumah-rumah di negeri Mesir sebagai tempat tinggal bagi kalangan mereka serta supaya menyediakan tempat-tempat shalat di rumah-rumah itu. Allah juga memerintahkan mereka mendirikan shalat serta menenangkan kegelisahan orang-orang beriman.[73]
Kesombongan Fir'aun beserta para pengikutnya Sunting
Fir'aun mendapati banyak orang yang tidak mau lagi menyembah dirinya. Terlebih lagi para pemuka dalam kaum Fir'aun juga menyampaikan kekhawatiran tentang Bani Israel yang mulai menolak bekerja sebagai budak seraya mengatakan bahwa tuan Bani Israel bukanlah orang-orang Mesir melainkan Allah, Tuhannya para leluhur mereka, serta mereka menyatakan bahwa Allah akan menghadirkan hukuman-hukuman pedih kepada orang-orang yang menyakiti hamba-hambaNya. Fir'aun berkeras diri seraya berkata: "Wahai kalangan pemuka kaumku, aku tidak mengetahui ada dewa bagi kalian selain diriku"[74] lalu Fir'aun memerintahkan Haman mendirikan bangunan yang tinggi supaya Fir'aun dapat naik sampai ke gerbang-gerbang langit untuk melihat Tuhannya Musa, sebab Flr'aun menganggap Musa termasuk golongan pendusta.[75] Fir'aun dan bala pasukannya berlaku angkuh di muka bumi dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Allah.
Dalam kesombongan diri, Fir'aun berseru kepada kaumnya: "Wahai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini milikku beserta sungai-sungai yang mengalir di bawahku maka apakah kalian tidak mengetahui? bukankah aku lebih baik dibanding orang hina dan hampir tidak dapat menjelaskan? mengapa tidak dipakaikan pada dirinya; gelang emas ataupun malaikat hadir bersama-sama dengan ia." maka Fir'aun berhasil membujuk kaumnya sebab mereka merupakan kaum yang fasik.[76] Kemudian Musa mengadu kepada Tuhannya: "Sesungguhnya kaum ini adalah kaum yang berdosa."
Dan Fir'aun berkata: "Biarkan aku yang membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sungguh aku khawatir ia akan mengganti agama kalian ataupun menimbulkan kekacauan di muka bumi."[77] Musa berkata: "Sungguh aku berlindung kepada Tuhanku maupun Tuhanmu terhadap segala orang congkak yang tidak beriman terhadap Hari Perhitungan." Musa dan Harun mengadu kepada Allah: "Wahai Tuhan kami, sungguh Engkau telah memberi kepada Fir'aun serta para pemuka kaumnya; perhiasan maupun harta kekayaan duniawi. Wahai Tuhan kami, sungguh mereka telah menyimpang terhadap JalanMu. Wahai Tuhan kami, binasakan harta benda mereka, dan keraskan kalbu mereka sehingga mereka tidak beriman sampai ketika mereka ditimpa Malapetaka pedih."[78] Allah berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenan pengaduan kalian berdua, oleh sebab itu tetaplah kalian berdua berada pada Jalan Lurus dan janganlah sekali-kali kalian mengikuti adat orang-orang yang tidak mengetahui."[79]
Demikianlah Fir'aun menganggap baik perbuatan keji itu; dan ia dihalangi untuk menerima Kebenaran; dan tindakan Fir'aun itu tidak lain hanyalah menimbulkan celaka. Maka ia mengumpulkan lalu memanggil kaumnya. Fir'aun berkata: "Akulah dewa kalian yang paling hebat."[80] Kemudian Allah menetapkan Ketetapan bahwa kaum Fir'aun termasuk golongan yang pantas dibinasakan; maka Allah meneguhkan Ketetapan untuk menumpas Fir'aun melalui Hukuman pedih di Akhirat maupun di dunia.[81]
Hukuman-Hukuman terhadap kaum Fir'aun Sunting
Akibat kaum Fir'aun menolak menuruti perintah-perintah Allah melalui Musa dan Harun; maupun menolak melepas golongan hamba Allah, yakni Bani Israel, maka Allah menimpakan berbagai hukuman bencana kepada bangsa Mesir melalui musim kemarau yang lama dan jumlah buah-buah yang sedikit supaya kaum Fir'aun tersadar atas kedurhakaan mereka;[82] kemudian Allah timpakan kesembilan bencana dahsyat melalui perantaraan Musa,[83] yang juga diketahui oleh Bani Israel. Allah menimpakan berbagai bencana yang semakin pedih kepada kaum Fir'aun; yakni berupa angin topan, wabah belalang, kutu, katak serta darah sebagai berbagai Bukti azab Ilahi namun kaum Fir'aun tetap menyombongkan diri.[84]
Sewaktu kaum Fir'aun ditimpa bencana; mereka tuduhkan penyebab bencana itu kepada Musa beserta orang-orang yang bersama dirinya.[85] Lalu mereka memohon seraya berjanji kepada Musa: "Wahai Musa, mohonkan untuk kami kepada Tuhanmu mempergunakan kenabian yang diakui Allah berada pada sisimu; sungguh jika kamu dapat menghilangkan bencana itu dari tengah-tengah kami, pasti kami akan beriman kepada dirimu dan kami akan melepaskan Bani Israel pergi bersama dirimu"[86] setelah Allah menghilangkan bencana itu terhadap kaum Fir'aun hingga batas waktu tertentu, tiba-tiba kaum tersebut justru melanggar janji mereka sendiri sambil mengatakan: "Ini adalah karena usaha kami sendiri"[85] kaum Fir'aun tetap berkeras diri serta enggan mengakui bahwa bencana-bencana itu berasal dari Ketetapan Allah. kaum Fir'aun berkata kepada Musa: "Bagaimanapun kamu mendatangkan berbagai Bukti kepada kami untuk menyihir kami mempergunakan bermacam-macam Bukti itu, sungguh kami takkan beriman kepada dirimu."[87] kaum Fir'aun tidak mempertimbangkan berbagai Bukti tersebut sebab mereka sewenang-wenang menyombongkan diri terhadap Allah sehingga sebuah Keputusan telah mutlak bagi Allah, bahwa kaum Fir'aun merupakan kaum takabur yang pantas untuk dibinasakan.[88]
Sewaktu Fir'aun telah merencanakan niat keji terhadap Bani Israel, ia pergi menemui Musa: "Sungguh aku menganggap dirimu, wahai Musa, sebagai seorang yang kena sihir."[89] Musa menjawab: "kamu sebenarnya telah memahami, bahwa tiada yang sanggup menghadirkan mukjizat-mukjizat maupun bencana-bencana itu selain Tuhan Yang Memelihara langit maupun bumi sebagai berbagai bukti yang nyata, dan sesungguhnya aku menganggap dirimu, wahai Fir'aun, sebagai seorang yang akan binasa."[90] maka Allah melindungi Musa terhadap tindakan jahat mereka.[91] Musa merasa geram terhadap kaum Fir'aun serta ia memohon supaya Allah melenyapkan orang-orang yang mengupayakan hal keji kepada Bani Israel.
Kemudian Allah memerintahkan Bani israel melalui Musa supaya mereka beribadah secara bersungguh-sungguh pada malam tersebut sebab Allah hendak datang pada malam tersebut untuk menimpakan hukuman pedih kepada kaum Fir'aun.[92]
Hijrah dari negeri Mesir Sunting
Allah memerintah Musa supaya mengajak Bani Israel bergegas mempersiapkan perbekalan lalu meninggalkan negeri Mesir. Musa menyampaikan pula kepada Bani Israel agar mereka memuati perbekalan dari negeri Mesir serta mengambil segala barang yang diberikan oleh orang-orang Mesir sebagai upah atas segala pekerjaan mereka di negeri Mesir.[93] Orang-orang Mesir merasa ketakutan terhadap Bani Israel dan orang-orang Mesir menganggap harta benda tidak lagi berguna sejak kematian anak-anak sekaligus kaum pewaris bangsa Mesir. Setelah mendapati seluruh keturunan di istana Fir'aun telah mati, Fir'aun beserta para pemuka kaumnya meratap serta berkabung atas musibah ini.
Sementara Bani Israel mengambil banyak harta benda dan perhiasan di negeri Mesir, Musa mencari sebuah warisan berharga dari keluarga Ya'qub yang masih berada di tanah Mesir dan ia berhasil menemukannya, yakni jasad Yusuf yang telah lama disembunyikan oleh kaum pemuka bangsa Mesir. Sewaktu masih tinggal di istana Fir'aun; Musa mengetahui kabar bahwa kaum pemuka bangsa Mesir telah mengawetkan jasad Yusuf di sebuah tempat khusus. Oleh sebab Yusuf merupakan pewaris utama dari berkat Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub;[94] sehingga dimanapun jasad Yusuf berada maka Allah akan melimpahi kemakmuran di wilayah itu. Musa menyadari pula bahwa Allah telah menjanjikan Yusuf sebagai tanda penyelamatan untuk Bani Israel. Sebagaimana Allah telah memuliakan kedudukan Yusuf, yang bertujuan menyelamatkan keberlangsungan hidup seluruh keluarga Ya'qub melalui kedatangan mereka ke negeri Mesir; demikian halnya Allah akan berkenan menyelamatkan Bani Israel sewaktu meninggalkan negeri Mesir apabila umat itu bersedia menghargai jasa-jasa Yusuf, yakni melalui pengangkutan jasad putra kesayangan Israel ini berpulang menuju tanah airnya.
Pembelahan Laut Merah Sunting
Bani Israel meninggalkan negeri Mesir dalam keadaan terburu-buru sebab Allah telah memerintahkan supaya bergegas berangkat pada malam tersebut.[95] Bani Israel mengangkut banyak ternak serta muatan harta benda saat berangkat dari negeri Mesir. Allah juga menghadirkan sebuah naungan yang melindungi Bani Israel dalam keberangkatan ini. Sementara itu, ketika seisi istana Fir'aun sedang meratapi segala bencana yang telah melanda mereka; Fir'aun masih tetap berkeras diri dan berusaha menyesatkan kaumnya. Akibat menolak mengakui Bani Israel sebagai hamba-hamba Allah, Fir'aun maupun seluruh pengikutnya berikrar untuk melenyapkan mereka dari muka bumi. Akan tetapi kaum Fir'aun merasa sangat murka ketika mendapati tiada seorang pun dari Bani Israel masih berada di negeri Mesir; Fir'aun berkata: "Sesungguhnya mereka benar-benar golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan kemurkaan kita dan sesungguhnya tentulah kita golongan yang selalu berjaga-jaga."[96]
Maka Fir'aun dan bala tentaranya menyiapkan kendaraan untuk mengejar Bani Israel dan hampir menyusuli mereka di pesisir Laut Merah sewaktu matahari terbit;[97] setelah kedua golongan itu dapat saling melihat, para pengikut Musa berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul." Musa menjawab: "Mustahil akan tersusul; sebab Tuhanku yang menyertai diriku; bahwa Dialah akan memberi petunjuk kepada diriku."[98] lalu Allah wahyukan kepada Musa: "Pukulah lautan itu mempergunakan tongkatmu!" seketika lautan itu terbelah dan tiap-tiap belahan laut menyerupai pegunungan besar kemudian Bani Israel segera melalui jalan kering di antara lautan yang terbelah itu; Bani Israel percaya bahwa Allah yang telah menghadirkan mukjizat yang bertujuan menyelamatkan mereka terhadap kejaran bala tentara Fir'aun.
Bala tentara Fir'aun turut menyaksikan salah satu keajaiban terbesar yang Allah karuniakan untuk Bani Israel; bala tentara ini berhenti seraya takjub terhadap kejadian ini. Namun kesombongan Fir'aun kembali memaksa dirinya untuk mengingkar, Fir'aun berkata: "Apakah kita datang ke tempat ini agar duduk dan menyaksikan Bani Israel pergi begitu saja, bukankah kita telah bersumpah supaya mencincang dan melenyapkan mereka dari muka bumi," seketika kaum Fir'aun segera bergegas ke jalan kering di tengah-tengah lautan itu. Sewaktu kaum Fir'aun berada di tengah-tengah tanah kering itu, tiba-tiba mereka merasa kelelahan dan tidak sanggup bergerak, maka Allah hantamkan kedua lautan itu untuk menenggelamkan serta menghancurkan tubuh bala tentara Fir'aun menjadi berkeping-keping. Ketika Fir'aun hampir tenggelam; ia berucap: "Saya percaya bahwa tiada Tuhan selain Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri."[99] Namun Allah menolak pernyataan ini sebab Fir'aun telah mendurhaka sejak dahulu tatkala berada dalam keadaan makmur;[100] serta Fir'aun termasuk orang-orang yang mengadakan kekacauan di muka bumi.[101] Pada hari itu Allah luputkan jasad Fir'aun dari hancur berkeping-keping supaya menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya.[102]
Kaum Fir'aun dinaungi kutukan di dunia maupun kutukan di Akhirat,[103] bahwa pada hari kiamat Fir'aun akan memimpin kaumnya lalu melempar mereka sebagai golongan yang dicampakkan ke dalam Neraka oleh sebab kaum Fir'aun membantah serta menyombongkan diri terhadap segala perintah Allah maupun segala mukjizat Allah, serta akibat memandang rendah dua Rasul Allah, Musa dan Harun, bahkan kaum tersebut secara sewenang-wenang memperlakukan Bani Israel, umat milik Allah, maka Allah jadikan kaum Fir'aun sebagai kiasan dan contoh bagi generasi terkemudian.
Perjalanan menuju negeri warisan Sunting
Melalui penyelamatan Bani Israel terhadap bala tentara Fir'aun; Allah telah menggenapi Ketetapan yang baik untuk Bani Israel sebagai umat yang diselamatkan Allah oleh karena kesabaran mereka, dan telah Allah hancurkan segala yang telah dirancang maupun yang telah didirikan oleh kaum Fir'aun. Allah hendak memberi "negeri warisan" kepada kaum yang telah ditindas itu, bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah Allah berkahi.[104]
Setelah Bani Israel berada di seberang lautan itu, mereka sampai kepada suatu kaum penyembah berhala, sebagian dari mereka berkata: "Wahai Musa, dirikan untuk kami sebuah dewa sebagaimana mereka mempunyai beberapa dewa." Musa menjawab: "Sesungguhnya kalian ini adalah golongan yang tidak mengetahui, sebab mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianut oleh mereka sendiri dan akan sia-sia segala hal yang selalu mereka kerjakan."[105] lalu Musa berkata : "Patutkah aku mencari sembahan untuk kalian selain Allah, padahal Dialah yang telah mengistimewakan kalian melampaui semesta alam."[106]
Sewaktu jumlah perbekalan makanan semakin sedikit; Bani Israel sering mengeluh kepada Musa tentang yang akan mereka makan maupun yang akan mereka minum selama perjalanan. Kemudian Allah menurunkan hujan manna sebagai makanan khusus untuk umat ini,[107] serta Allah sediakan sumber minuman berupa aliran-aliran sungai melalui celah bebatuan.[108] Allah hendak menyadarkan Bani Israel supaya senantiasa mengingat seraya bersyukur sebab segala makanan berasal dari langit atas Kebaikan Allah, sebagaimana Allah yang telah mengaruniakan air yang menghujani bumi untuk kemudian menumbuhkan berbagai tanaman yang dimakan makhluk seisi bumi. Sebagai anugerah istimewa, Allah mengaruniakan makanan yang turun secara langsung dari langit untuk sebuah umat pilihan di semesta alam.[109] Allah juga menghadirkan naungan awan kemuliaan yang melindungi Bani Israel terhadap terik matahari maupun udara malam hari.[110]
Perjanjian Abadi antara Allah dengan Bani Israel Sunting
Setelah mengantarkan para pengikutnya menuju Gunung Sinai yang telah dijanjikan sebagai tempat mengadakan Perjanjian antara Allah dengan Bani Israel; Musa terlebih dahulu menghadap kepada Allah supaya mendapat perkenan Allah.[111] Kemudian Allah memerintahkan melalui Musa supaya Bani Israel menguduskan diri serta membersihkan diri selama beberapa hari sebelum mengadakan perjanjian kepada Allah. Pada Hari Perjanjian, terdapat segolongan orang yang masih meragukan kerasulan Musa; golongan tersebut berkata bahwa mereka tak akan beriman kepada Musa sebelum melihat Allah secara nyata.[112]
Kemudian Allah menghadirkan "KemuliaanNya" di atas Gunung Sinai seraya menyampaikan Suara Ilahi diiringi gemuruh petir dan kilat menyambar; Suara Ilahi tersebut berisi berbagai ikrar perintah kepada seluruh Bani Israel. Allah bahkan mengangkat Gunung Sinai diatas kepala seluruh Bani Israel supaya umat itu berikrar teguh untuk berpedoman terhadap segala yang diperintahkan oleh Allah;[113] dengan harapan Bani Israel senantiasa mengingat segala perintah Allah sehingga mereka membuktikan diri sebagai hamba-hamba yang hanya tunduk kepada Allah. Perjanjian Allah ini tidak hanya berlaku kepada Bani Israel semata melainkan pula kepada seluruh umat manusia yang bersedia berserah diri dan menjadi milik Allah.[8]
Allah juga menobatkan dua belas orang pemimpin dalam Bani Israel. Dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku menyertai kalian, sesungguhnya apabila kalian mendirikan shalat dan kalian menunaikan zakat serta beriman terhadap para RasulKu dan kalian bantu mereka juga kalian pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik; sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosa kalian serta kelak Kuantarkan kalian ke dalam surga-surga yang dibawahnya dialiri sungai-sungai, akan tetapi barangsiapa yang mengingkari perkara ini sungguh orang itu telah menyimpang terhadap Jalan Lurus."[114]
Setelah Perjanjian ini; terdapat sebagian orang dalam Bani Israel yang memalingkan diri akibat orang-orang tersebut hanya memperhatikan petir maupun kilat yang menyambar pada waktu Perjanjian lalu mereka hendak melihat-lihat ke langit sehingga mengabaikan berbagai perintah Allah. Sementara itu, terdapat sebagian lain dari Bani Israel merasa sangat gentar seraya bersegera menemui Musa; mereka memohon Musa supaya Allah tidak lagi menyampaikan Suara Ilahi secara langsung sebab Suara Ilahi dapat mengguncangkan nyawa hingga meninggalkan tubuh orang tersebut.[8] Permohonan ini dikabulkan sehingga hanya Musa seorang yang dipanggil menemui Allah supaya Musa menerima Al-Kitab yang berisi segala perintah maupun segala ketetapan yang hendak Allah serahkan kepada Bani Israel.[115]
Nabi Musa menghadap kepada Allah Sunting
Sebelum pergi untuk menghadap kepada Allah,nabi Musa berpesan kepada nabi Harun, saudaranya : "Gantikan kedudukan diriku dalam kaumku, dan perbaikilah, serta jangan turuti perilaku orang-orang yang mengadakan kekacauan." Kemudian Musa harus melewati tingkat-tingkat langit hingga langit ketujuh sebelum menghadap kepada Allah. Setelah waktu tiga puluh malam, Allah penuhkan jumlah malam itu dengan sepuluh hari lain, hingga sempurnalah waktu yang telah ditentukan Allah yakni empat puluh malam.[116]
Tatkala nabi Musa telah hadir untuk menghadap pada waktu yang telah ditetapkan dan Allah berbicara secara langsung dengan dirinya, Musa berkata: "Wahai Tuhanku, nampakkan DiriMu kepada diriku supaya aku dapat melihat Engkau." Allah berfirman: "kamu takkan sanggup melihat Aku tetapi pandanglah ke arah bukit itu, sekiranya ia tetap berada di tempatnya niscaya kamu dapat melihat Aku." Tatkala Tuhannya menampakkan kepada gunung itu, Dia jadikan gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa bangun tersadar, Musa berkata: "Dipermuliakanlah Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku merupakan orang yang bersegera beriman." Allah berfirman: "Wahai Musa, bahwa Akulah yang memilih dirimu dibanding seluruh manusia yang lain supaya kamu menerima risalahKu dan supaya kamu berbicara secara langsung dengan Aku, sebab itu berpedomanlah terhadap yang Aku serahkan kepada dirimu dan hendaklah kamu termasuk golongan yang bersyukur." dan telah Allah tuliskan untuk Musa pada loh-loh batu yang berisi tentang pelajaran serta penjelasan segala sesuatu.[117]
Allah berfirman: "Berpedomanlah kepada Kitab itu secara teguh dan suruhlah pula kaummu berpedoman sebaik mungkin kepada Kitab itu, kelak akan Aku antarkan dirimu menuju negeri-negeri kaum yang fasik. Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar terhadap berbagai Bukti KekuasaanKu. Apabila orang-orang itu mengetahui tiap-tiap ayatKu, orang-orang itu tidak beriman terhadapnya; dan sewaktu orang-orang itu mendapati jalan yang membawa kepada petunjuk; orang-orang itu tidak mau menempuhnya. Sebaliknya sewaktu mereka melihat jalan kesesatan, justru mereka terus menempuhnya, yang demikian disebabkan orang-orang itu mendustakan ayat-ayat Allah dan orang-orang itu selalu melalaikan diri terhadap hal tersebut. Maka ketahuilah bahwa orang-orang yang menolak ayat-ayat Allah serta mendustakan tentang menemui Akhirat, kelak takkan berguna segala perbuatan mereka, orang-orang itu tidak diberi balasan selain hal-hal yang telah mereka kerjakan."[118] maka Allah telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayatNya: "Bebaskan kaummu dari kegelapan menuju cahaya terang benderang dan ingatkan mereka tentang Hari-Hari Allah." bahwa dalam hal demikian terdapat berbagai Bukti bagi setiap orang yang bersabar dan yang banyak bersyukur.[119]
Allah menyerahkan kepada Musa, Al-Kitab berisi penjelasan yang memisahkan kebenaran dan kesalahan; supaya umat Milik Allah harus mengerti kebenaran maupun kesalahan menurut Allah sehingga umat itu tidak memutuskan perkara berdasarkan sekehendak mereka sendiri melainkan berdasar apa yang dikehendaki Allah; sebagaimana Allah yang bersedia mengistimewakan Bani Israel sebagai umatNya dibanding segala bangsa lain di bumi bahkan melampaui semesta alam, demikian pula Bani Israel harus mengistimewakan Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan satu-satunya Penguasa mereka,[120] serta Bani Israel harus mengutamakan Allah dibanding apapun, agar Bani Israel mengikuti teladan Ibrahim yang benar-benar beriman dan benar-benar bersedia mengorbankan apapun sehingga umat ini layak bergelar sebagai golongan pewaris berkat Ibrahim. Al-Kitab yang diserahkan kepada Musa juga disebut sebagai "Kitab Musa" yang Allah jadikan sebagai Bimbingan untuk seluruh umat manusia yang berakal.[121]
Bani Israel setelah Kepergian Musa as
Sewaktu Musa telah berangkat untuk menghadap kepada Allah, Bani Israel masih percaya bahwa Musa akan kembali kepada mereka sebagaimana terdapat dua tokoh terhormat di tengah-tengah mereka, Hur dan Harun, yang keduanya memerintahkan Bani Israel bersabar terhadap Ketetapan Allah. Akan tetapi kesabaran mereka mulai goyah sewaktu mendapati Musa tidak kunjung kembali. Oleh karena terdapat beberapa golongan yang mengabaikan perintah-perintah Allah sewaktu Perjanjian;[122] maka golongan-golongan itu menuntut kepada Hur supaya menghadirkan kembali Kemuliaan Allah, golongan itu tidak dapat bersabar untuk menunggu Musa dan menghendaki adanya patung dewa. Akan tetapi Hur berusaha menegur seraya memperingatkan ikrar bahwa tiada yang serupa dengan Allah, baik yang di langit maupun yang di bumi Allah serta berupaya menyadarkan tentang kesia-siaan patung dewa. Lalu terdapat orang-orang justru murka hingga Hur menjadi korban amarah mereka;[8] kemudian orang-orang itu menghadap seraya mengancam Harun: "Buatkan sebuah dewa supaya kami sembah atau kamu akan bernasib seperti orang ini!"[123] dalam keadan semacam ini, Harun terpaksa mengalah oleh karena ia tidak hanya mengkhawatirkan keselamatan dirinya sendiri melainkan pula mengkhawatirkan betapa besar dosa yang akan ditanggung Bani Israel apabila dirinya benar-benar turut dibunuh oleh mereka. Harun juga khawatir apabila ia tidak segera mengambil keputusan maka Bani Israel akan saling berperang atau bahkan saling membunuh karena berada dalam keadaan berpecah belah.[124]
Samiri mendirikan sebuah tempat pembakaran dan memerintahkan mereka melempar banyak perhiasan emas ke sebuah perapian; tatkala perapian itu memunculkan patung anak sapi emas bersuara; Samiri secara sewenang-wenang menyatakan bahwa patung tersebut dahulunya disembah Musa namun Musa lupa mengatakan hal demikian.[125] Kemudian banyak orang dari Bani Israel yang turut mengikuti upacara penyembahan patung anak sapi emas; orang-orang itu bernyanyi dengan suara lantang serta menari-nari sambil menyebut-nyebut anak sapi itu sebagai sembahan mereka. Seketika Harun berkata kepada mereka: "Wahai kaumku, sesungguhnya kalian hanya diuji melalui anak sapi ini dan sesungguhnya Tuhanmu adalah Yang Maha Pengasih, maka turutilah aku dan taatilah perintahku" mereka menjawab: "Kami akan tetap menyembah patung anak sapi ini, hingga Musa kembali kepada kami." [126] Ketika terdapat orang-orang dari setiap suku Bani Israel yang mengikuti tindakan penyembahan patung anak sapi; hanya suku Lawy yang tetap setia kepada Allah sebab suku ini tidak terlibat dalam penyembahan patung anak sapi emas. Mereka menahan kegeraman dalam hati seraya mempertanyakan sikap penyembahan berhala yang dilakukan di tengah-tengah mereka.
Tatkala Musa pulang dari Gunung Sinai sambil membawa loh-loh batu setelah menghadap kepada Allah, ia mendengar sorak-sorai yang riuh dari kejauhan; Musa memahami bahwa ada perkara besar yang sedang terjadi di tengah-tengah umat ini. Musa sangat geram dan berduka cita ketika ia mendapati orang-orang dari Bani Israel yang sujud menyembah dan memuja-muja patung anak sapi emas. Musa membanting loh-loh batu yang ia telah bawa sebab Musa memahami bahwa Allah akan seketika menimpakan Hukuman pedih ke tengah-tengah Bani Israel apabila Musa menyampaikan loh yang berisi larangan penyembahan berhala sedangkan orang-orang itu sedang menyembah berhala. Lalu Musa menemui Harun yang telah diserahi kedudukan pemimpin Bani Israel untuk meminta pertanggungjawaban namun Harun menyatakan bahwa ia terpaksa membiarkan mereka akibat mereka berani mengancam untuk membunuh orang yang menghalangi kemauan mereka. Musa berdoa: "Ya Tuhanku, ampunilah diriku beserta saudaraku dan masukkan kami ke dalam rahmatMu, dan Engkaulah Yang Maha Penyayang di antara segala penyayang.[127] Musa berkata kepada Samiri: "Apakah yang mendasari tindakanmu wahai Samiri?" Samiri menjawab: "Aku mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui maka aku ambil segenggam dari peninggalan rasul lalu aku melemparkan itu, dan demikianlah kecenderungan diri membujuk diriku." lalu Musa mengusir Samiri dan memberitahukan hukuman Allah kepada Samiri, dan Musa membakar patung anak sapi itu yang tetap disembah Samiri; kemudian Musa menghamburkan abu patung itu ke lautan.[128] Musa menyatakan: "Bahwasanya Tuhan hanyalah Allah, tiada Tuhan selain Dia, IlmuNya meliputi segala sesuatu."[129]
Musa berkata kepada orang-orang dari Bani Israel yang menyembah berhala: "Wahai kaumku, bukankah Tuhan kalian telah mengadakan sebuah perjanjian yang berkenan untuk kalian? maka apakah hal itu tampak mustahil bagi kalian atau kalian menghendaki agar kemurkaan dari Tuhan kalian menimpa diri kalian, sehingga kalian berani melanggar ikrar kalian dengan aku bahwa kalian setia menghamba kepada Allah saja dalam keadaan apapun?" Musa berkata kepada kaumnya: "Wahai kaumku, sesungguhnya kalian telah sewenang-wenang terhadap diri kalian sendiri karena kalian telah beribadah kepada anak sapi itu, maka bertobatlah kepada Tuhan yang telah menjadikan kalian dan bunuhlah diri kalian; hal tersebut adalah lebih baik untuk kalian menurut Tuhan yang menciptakan diri kalian supaya Allah menerima tobat kalian. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengasihani, Maha Penyayang." lalu sebagian dari kaum itu merasa sangat menyesal seraya meratapi tindakan ini dan memahami bahwa diri mereka telah sesat kemudian berkata: "Sekiranya Tuhan kami tidak memberi anugerah kepada kami dan tidak mengampuni diri kami, pastilah kami termasuk golongan yang dibinasakan."[130] Akan tetapi masih terdapat sebagian orang yang berpaling melalaikan diri seraya enggan bertobat dari tindakan penyembahan patung berhala. Kemudian Musa memanggil siapapun yang bersedia membela Allah; maka seluruh orang dari suku Lawy hadir kepada Musa. Kemudian Musa memerintahkan suku itu untuk menimpakan kemurkaan Allah, yakni dengan memburu dan membunuh orang-orang yang masih berkeras menyatakan sebagai penyembah patung anak sapi,[131] sebab penyembahan ini merupakan tindakan keji yang setara dengan melecehkan kehormatan Allah akibat adanya sikap mempersamakan KemuliaanNya dengan sebuah patung.
Ketika menyadari Murka Allah akibat kejadian ini, Musa memilih tujuh puluh orang saleh dari Bani Israel untuk memohonkan pengampunan Allah pada waktu yang telah ditentukan. Tatkala sebuah gempa bumi mengguncang mereka, Musa berkata: "Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau kehendaki, tentulah Engkau binasakan mereka beserta diriku sebelum ini. Apakah Engkau melenyapkan kami semua lantaran tindakan orang-orang bodoh di tengah-tengah kami? kejadian ini hanyalah ujian dari Engkau, supaya Engkau liarkan yang Engkau kehendaki melalui ujian ini serta supaya Engkau berikan petunjuk kepada siapa yang Engkau perkenan. Engkaulah Yang memimpin kami, kiranya ampunilah kami serta kasihanilah kami dan Engkaulah Pemberi ampun Terbaik dan tetapkan untuk kami anugerah di dunia maupun di Akhirat; sesungguhnya kami bertobat kepada Engkau." Allah berfirman: "KegeramanKu akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki, dan KasihKu meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku sediakan KasihKu untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan yang beriman terhadap ayat-ayatKu."[2]
Musa juga memohon supaya awan "Kemuliaan Allah" senantiasa menaungi Bani Israel dengan harapan umat Allah kembali percaya bahwa Allah benar-benar telah mengampuni kesalahan UmatNya dan menerima pertaubatan UmatNya. Namun sebagaimana Allah membenci segala jenis kekejian, terdapat risiko yang sangat besar bahwa manusia yang berbuat dosa keji di hadapan Allah maka orang tersebut layak mendapat hukuman mati; sehingga kekejian apapun yang dilakukan oleh banyak orang di Bani Israel akan berakhir dengan kematian banyak orang pula, yang berakibat tiada yang sampai ke negeri yang diwariskan selain orang-orang yang berhati tulus di hadapan Allah. Walaupun demikian, Musa tetap bersungguh-sungguh memohon supaya Allah tetap menyertai Umat MilikNya supaya benar-benar nyata bahwa Kasih beserta Pengampunan yang dimiliki Allah yakni Yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun sanggup melebihi segala dosa yang dimiliki umatNya.
Perjalanan dari Gunung Sinai dan Pengharaman negeri warisan Sunting
Dalam perjalanan dari Gunung Sinai, Allah mengajari Bani Israel tentang Al-Kitab, berisi perintah-perintah Allah serta larangan-larangan Allah, yang meliputi berbagai perkara dalam kehidupan sehari-hari, peraturan-peraturan pokok, peraturan hari-hari khusus, peraturan sunat, penyucian rohani dalam ibadah, hukum pembersihan jasmani tentang kenajisan dan ketahiran, hukum makanan halal maupun makanan haram, hukum upacara persembahan, hukum penyisihan hasil ternak maupun hasil ladang, dan banyak hukum lain dalam Al-Kitab. Selama perjalanan ini pula, Bani Israel berjalan di bawah naungan awan kemuliaan Allah sehingga umat ini hidup secara dekat di hadapan Allah, sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki umat-umat lain di muka bumi. Walaupun demikian, sifat keduniawian membuat Bani Israel berkeluh kesah, terdapat orang-orang dari Bani Israel yang berkata: "Wahai Musa, kami tidak betah dengan satu jenis makanan saja; oleh sebab itu mohonkan kiranya untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan untuk kami segala yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merahnya." Musa berkata: "Maukah kalian mengambil barang duniawi sebagai pengganti karunia yang terbaik? maka pergilah kalian ke suatu kota, pasti kalian memperoleh apa yang kalian minta" lalu orang-orang itu ditimpa kesengsaraan dan kehinaan.[132] Tatkala banyak orang dalam Bani Israel yang memohon jenis makanan lain, maka Allah karuniakan salwa (burung puyuh) sebagai hidangan daging untuk mereka. Musa pun beberapa kali menjadi sasaran keluhan kaumnya hingga Musa berkata: "Wahai kaumku, mengapa kamu menyakiti diriku, sedangkan kalian mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kalian?" ketika mereka berpaling, Allah memalingkan kalbu mereka, dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.[133]
Tatkala Bani Israel sampai di perbatasan negeri warisan; Allah mewahyukan melalui Musa supaya Bani Israel di generasinya senantiasa mengingat kembali semua kelimpahan karunia Allah dan supaya Bani Israel bersyukur terhadap semua anugerah Allah, serta supaya umat ini bersegera mematuhi sebuah perintah Allah, yakni menduduki negeri yang telah Allah wariskan untuk golongan pewaris Ibrahim. Namun sebagian besar Bani Israel justru enggan melaksanankan perintah tersebut. Di antara seluruh suku di Bani Israel, hanya suku Lawy yang sepenuhnya tidak mengeluh maupun tidak menyatakan keengganan terhadap Kehendak Allah, serta terdapat dua laki-laki bertakwa, Yusha dari suku Yusuf, dan Qolib dari suku Yahudah, bahkan keduanya maju menasehati seraya memberi semangat agar Bani Israel maju menyerbu gerbang kota kemudian menguasai negeri yang Allah wariskan untuk umatNya; supaya terbukti Bani Israel menuruti Kehendak Allah. Walaupun demikian, sebagian Bani Israel menolak nasihat keduanya, seraya menyatakan takkan mau menduduki negeri waris sebelum orang-orang perkasa telah meninggalkan negeri tersebut dan menyatakan kalimat keengganan kepada Musa: "Majulah kamu bersama Tuhanmu; dan berperanglah sementara kami duduk menanti saja di sini." lalu Musa berdoa: "Wahai Tuhanku, aku tidak dapat menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku; sebab itu pisahkan antara kami dengan orang-orang fasik itu."[134] Allah mengabulkan permohonan ini dengan menyampaikan keistimewaan Musa dan Harun sebagai golongan beriman yang meraih kesejahteraan.[135]
Pengingkaran melalui dalih tidak berani menghadapi para raksasa bangsa Kana'an, menunjukkan sebagian besar generasi ini melalaikan Keperkasaan Allah yang telah menyelamatkan mereka terhadap pasukan Mesir. Penentangan Bani Israel di generasi ini merupakan salah satu penentangan besar, oleh sebab tujuan utama Allah membebaskan Bani Israel dari negeri Mesir adalah supaya penindasan dan kehidupan mereka yang pahit diganti dengan kehidupan yang sangat lebih baik di "sebuah negeri yang diberkahi daripada semesta alam,"[136] apabila mereka bersedia tunduk dan patuh kepada Kehendak Allah. Akibat kengganan generasi ini melaksanakan janji yang Allah kehendaki, Allah menjadikan negeri warisan terlarang bagi Bani Israel selama empat puluh tahun; bahwa generasi tersebut harus tetap mengembara selama empat puluh tahun pula,[137] sebagai hukuman akibat kegagalan dalam kesetiaan mematuhi Kehendak Allah, maupun dalam menggenapi Perjanjian waris para leluhur mereka.
Pengembaraan Bani Israel dan Kisah Qarun Sunting
Selama masa empat puluh tahun pengembaraan, Musa tetap menjadi perantara bagi Bani Israel dalam menerima pengajaran dari Allah. Banyak anak yang dilahirkan di tengah-tengah Bani Israel selama masa pengembaraan; yang kelak generasi inilah yang menjadi generasi Bani Israel yang menduduki negeri waris menggantikan generasi bapak mereka.
Musa juga harus menghadapi rintangan-rintangan dari para pengikutnya, salah satu rintangan terbesar adalah perlawanan Qarun terhadap kedudukan Musa. Oleh sebab memiliki harta kekayaan yang sangat berlimpah ruah; Qarun merasa dirinya berhak untuk segala kedudukan termasuk kedudukan Musa. Beberapa orang bijak di Bani Israel memperingatkan Qarun supaya tidak terlalu bangga melainkan bersikap rendah diri.[138] Namun Qarun tetap berlaku angkuh seraya menyatakan bahwa ilmunya yang hebat adalah sebab adanya kekayaan berlimpah ruah yang dimilikinya. Terdapat banyak orang di Bani Israel yang merasa iri seraya mengidam-idamkan kekayaan duniawi Qarun, namun terdapat pula orang-orang yang menyadarkan tentang keutamaan anugerah Allah dibanding kekayaan duniawi.[139]
Tatkala Hukuman Allah menimpa Qarun akibat menyombongkan diri sebagai yang terkaya di muka bumi dan berani merendahkan kedudukan istimewa Musa, yakni seorang Rasul Allah, maka Allah membenamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam tanah.[140] Setelah hukuman ini terjadi, banyak orang yang berbalik menyesal pernah mendambakan kekayaan Qarun; mereka menyadari bahwa kekayaan duniawi tidak menjamin bahwa Allah berkenan terhadap manusia tersebut;[141] melainkan kekayaan dapat menjadi cobaan dan ujian yang menjerumuskan manusia itu sendiri. Kisah Qarun menyerupai kaum Fir'aun yang kaya raya namun mereka ditimpa hukuman pedih karena harta kekayaan duniawi telah membutakan kedudukan manusia pada diri mereka; sehingga mereka sekehendak hati berlaku sombong terhadap perintah-perintah Allah.[142]
Pewarisan kepemimpinan Bani Israel kepada Yushak
Sewaktu masa pengembaraan mendekati empat puluh tahun; hampir seluruh generasi Bani Israel yang terlahir di Mesir telah mati; kecuali Yusha, Qolib dan sebagian besar orang di suku Lawy. Musa pun harus ditinggalkan dua saudaranya, Harun dan Miryam, ketika pengembaraan ini hendak berakhir. Ketika Musa memohon kepada Allah supaya diizinkan mencapai negeri yang diberkahi, Allah berfirman bahwa Yusha, seorang dari keturunan Yusuf, merupakan orang yang ditakdirkan sebagai pemimpin Bani Israel untuk menduduki negeri warisan serta Allah memperingatkan Musa supaya taat terhadap Ketetapan Allah. Kemudian Musa memberi berbagai pesan wasiat kepada Bani Israel serta menyampaikan berbagai berkat kepada Bani Israel sebelum meninggalkan mereka. Musa juga mewariskan tugas kepemimpinan kepada Yusha, seorang keturunan Yusuf.[8]
Gelar dan Peninggalan Sunting
Allah memberi beberapa gelar kepada Musa, salah satunya sebagai "manusia pilihan Allah," sebab Allah telah melebihkan kedudukan risalah nabi Musa dibanding seluruh umat manusia lain:
Allah berfirman: "Wahai Musa, sesungguhnya Aku memilih kamu dibanding manusia yang lain untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur".
— Al-A'raf 7:144
Nabi Musa juga diizinkan untuk berbicara secara langsung dengan Allah sehingga digelari "Kalimullah" serta dijuluki sebagai "manusia yang berkedudukan terhormat di sisi Allah."[143] Kitab Musa merupakan salah satu peninggalan utama, yakni sebuah kitab suci yang ditulis sendiri oleh nabi Musa. Sebagian besar isi Kitab Taurat dianggap bersumber dari Kitab Musa yang murni dan utuh.[144] Allah juga memberi pertanda keselamatan untuk Bani Israel melalui benda peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun, yakni "Tabut" yang dibawa oleh malaikat, pada waktu Bani Israel menghendaki seorang raja di tengah-tengah mereka supaya umat itu percaya bahwa Allah yang telah memilih Thalut sebagai raja atas Bani Israel.[145] Allah menjadikan riwayat nabi Musa sebagai pelajaran untuk umat manusia, serta Allah menganjurkan supaya mengisahkan riwayat hidup nabi Musa:
Dan ceritakanlah riwayat Musa di dalam Al-Kitab. Sesungguhnya ia merupakan seorang yang terpilih dan seorang rasul dan nabi.
— Maryam 19:51
Musa dan para nabi Sunting
Musa merupakan salah seorang nabi yang memiliki berbagai kesamaan dengan beberapa nabi terdahulu semisal nabi Nuh, nabi Ibrahim dan nabi Ya'qub; serta nabi Muhammad. Di antara para nabi tersebut, kaitan nabi Musa dengan nabi Ibrahim adalah salah satu yang cukup erat. Sebagaimana keluarga nabi Ibrahim merasa cemas sewaktu mendengar perintah keji tentang pembunuhan anak laki-laki, demikian pula yang dirasakan keluarga nabi Musa. Sebagaimana Ibunda nabi Ibrahim harus berlindung dan bersembunyi di sebuah gua untuk menyelamatkan putranya, demikian pula yang dilakukan oleh Yukhabad, ibunda nabi Musa. Sebagaimana nabi Ibrahim merupakan anak ketiga dalam keluarganya, demikian pula nabi Musa. Sebagaimana nabi Ibrahim memiliki kecerdasan luar biasa sewaktu masih muda, demikian pula nabi Musa. Sebagaimana nabi Ibrahim harus menghadapi seisi kerajaan Babilonia dan mengalahkan mereka; demikian pula nabi Musa menghadapi seisi kerajaan Mesir. Sebagaimana Namrudz harus mendapat hukuman pedih akibat mendustakan dan menyombongkan diri terhadap nabi Ibrahim, demikian halnya Fir'aun harus mendapat azab dunia dan azab akhirat akibat mendustakan dan menyombongkan diri terhadap nabi Musa. Sebagaimana nabi Ibrahim beserta para pengikutnya meninggalkan negeri Mesir dengan membawa banyak hadiah, demikian pula nabi Musa beserta para pengikutnya. Sebagaimana nabi Ibrahim menunjukkan mu'jizat Allah di hadapan Namrudz demikian halnya nabi Musa kepada Fir'aun ketika datang di istana Mesir. Sebagaimana Allah memberi gelar langka kepada nabi Ibrahim sebagai "Kesayangan Allah" (Khalilullah) demikian halnya Allah menggelari nabi Musa dengan julukan "manusia yang berbicara secara langsung dengan Allah" (Kalimullah). Dalam Al-Qur'an, keduanya pula disebut memiliki ajaran yang sama berupa shuhuf-shuhuf terpilih, yakni Shuhuf Ibrahim dan Shuhuf Musa.[146]
Nabi Ya'qub sebagai pendahulu nabi Musa juga memiliki berbagai kesamaan. Sebagaimana nabi Ya'qub harus meninggalkan negeri kelahirannya sewaktu berlindung terhadap Ishau, demikian pula nabi Musa sewaktu berlindung terhadap orang-orang Mesir. Sebagaimana Allah menyertai nabi Ya'qub saat pergi seorang diri ke negeri Haran demikian pula nabi Musa ketika ke negeri Madyan. Sebagaimana nabi Ya'qub bertemu dengan jodohnya, Rahil, saat pertama kali tiba di negeri Haran demikian pula nabi Musa ketika pertama kali sampai di negeri Madyan. Sebagaimana nabi Ya'qub harus bekerja selama bertahun-tahun untuk mendapat Rahil, demikian pula nabi Musa untuk mendapat Zipporah. Sebagaimana nabi Ya'qub memimpin keluarganya dari negeri Haran menuju Palestina, negeri asalnya; demikian pula nabi Musa memimpin keturunan keluarga Ya'qub dari negeri Mesir menuju Palestina. Sebagaimana nabi Ya'qub digelisahkan terhadap tindakan putra-putranya; demikian halnya nabi Musa digelisahkan kaum keturunan Ya'qub; Bani Israel pada generasinya. Sebagaimana nabi Ya'qub mengagumi dan mengetahui keistimewaan pada diri nabi Yusuf demikian pula nabi Musa yang mengagumi dan menghargai keistimewaan jasad nabi Yusuf. Nabi Ya'qub menyampaikan wasiat berkat kepada putra-putranya, wasiat yang juga dilakukan nabi Musa kepada Bani Israel.
Nabi Nuh adalah tokoh lain yang memiliki perbandingan dengan nabi Musa; keduanya mengalami perjuangan mendakwahi umat yang jahat, yakni kaum Nuh ataupun kaum Fir'aun; sebab kedua nabi ini mendapati berbagai penentangan dan berbagai penolakan selama berdakwah. Nabi Nuh diremehkan oleh para pemuka kafir dalam kaumnya sebagaimana nabi Musa diremehkan oleh kaum pemuka Fir'aun. Allah memerintahkan nabi Nuh untuk menyelamatkan segala makhluk yang akan mewarisi bumi sebagaimana Allah memerintahkan nabi Musa menyelamatkan Bani Israel, umat manusia yang akan mewarisi bumi. Allah menghukum dan menenggelamkan para musuh nabi Nuh melalui perairan bah sebagaimana Allah menenggelamkan para musuh nabi Musa di perairan Laut Merah. Nabi Nuh berdoa untuk pengampunan terhadap keluarganya beserta orang-orang beriman supaya diselamatkan menghadapi azab pedih,[147] demikian pula nabi Musa memohonkan pengampunan kepada Allah supaya Bani Israel diselamatkan terhadap azab pedih;[2] kemudian Allah menyelamatkan segala pengikut nabi Nuh sebagaimana Allah menyelamatkan para pengikut nabi Musa. Nabi Musa juga memiliki beberapa kesamaan dengan nabi Muhammad, selain menerima kitab suci yang diperuntukkan kepada seluruh umat manusia, kedua nabi ini juga pernah menghadap kepada Allah untuk secara langsung menerima risalah Allah.














Referensi
^ Surah Al-Baqarah : 53, Al-Isra : 2, Al-Mu'minun : 49, Al-Furqan : 35, As-Saffat : 117-118, Al-Mu'min : 53-54, Al-Qashash : 5
^ a b c Surah Al-A'raf : 155-156
^ Surah An-Nisa' : 164, Al-A'raf : 144
^ Surah Al-Qashash : 4
^ Surah Al-Qashash : 6
^ Surah Al-A'raf : 141
^ Surah Yunus : 75.
^ Surah Al-Qashash : 7, Ta Ha : 40
^ Surah Al-Qashash : 11, Ta Ha : 40
^ Surah Al-Qashash : 7-13
^ Surah Al-Qashash : 14
^ Surah Al-Qashash : 15-17
^ Surah Al-Qashash : 15
^ Surah Al-Qashash : 18-19
^ Surah Al-Qashash : 20
^ Surah Al-Qashash : 21-22
^ Surah Al-Qashash : 24
^ a b Surah Al-Qashash : 25
^ Surah Al-Qashash : 26
^ Surah Al-Qashash : 27-28
^ Surah Al-Qashash : 29, Ta Ha : 10, An-Naml : 7,
^ Surah Al-Qashash : 30, Ta Ha : 11, Maryam: 52, An-Naml : 8, An-Naziat : 16
^ Surah An-Naml : 8
^ Surah Ta Ha : 12
^ Surah Ta Ha : 16, An-Naziat : 16
^ Surah Ta Ha : 13, Ta Ha : 41
^ Surah Ta Ha : 12-13
^ Surah Ta Ha : 14
^ Surah Ta Ha : 15
^ Surah Ta Ha: 17-18
^ Surah Al-Qashash : 31, An-Naml : 10, Ta Ha : 19-20
^ Surah Al-Qashash : 31, An-Naml : 12, Ta Ha : 22
^ a b Surah An-Naml : 11
^ Surah Al-Qashash : 32, An-Naml : 10, Ta Ha : 22
^ Surah Ta Ha : 23
^ Surah Ta Ha : 24, An-Naziat : 23, Al-Furqan : 36, Ta Ha : 42-43
^ Surah Al-Qashash : 33, Asy-Syu'ara : 13
^ Surah Al-Qashash : 34, Asy-Syu'ara : 13
^ Surah Asy-Syu'ara : 13
^ Surah Al-Furqan : 35, Maryam : 53, Al-Qashash : 35
^ Surah Ta Ha : 25-35
^ Surah Ta Ha : 36
^ Surah Ta Ha : 44
^ Surah Ta Ha : 47-48
^ Surah Asy-Syu'ara : 18-22
^ Surah Al-A'raf : 105, Ad-Dukhan : 18, Ta Ha : 47, Asy-Syu'ara : 17
^ a b Surah An-Naml : 14
^ Surah Ta Ha : 49-50
^ Surah Ta Ha : 51-52
^ Surah Asy-Syu'ara : 23-29
^ Surah Asy-Syu'ara : 30-32, Al-A'raf : 107-108
^ Surah Al-A'raf : 109
^ Surah Al-Qashash : 36
^ Surah Yunus : 76-77
^ Surah Yunus : 78
^ Surah Al-Mu'minun : 46-47
^ Surah Ta Ha : 63-64, Asy-Syu'ara : 35
^ Surah Ta Ha : 57-60
^ Surah Al-Mu'min : 28-45
^ Surah Al-A'raf : 115-116
^ Surah Yunus : 81-82
^ Surah Al-A'raf : 117
^ Surah Al-A'raf : 121-122, Ta Ha : 70
^ Surah Ta Ha : 71, Al-A'raf : 123-124
^ Surah Ta Ha : 72
^ Surah Ta Ha : 74-76
^ Surah Al-A'raf : 127
^ Surah Shaad : 45-47, Al-Ankabut : 27, Maryam : 49-50, Al-Anbiya : 72-73
^ Surah Al-A'raf : 128
^ Surah Al-A'raf : 129
^ a b Surah Yunus : 83
^ Surah Yunus : 87
^ Surah Al-Qashash : 38
^ Surah Al-Qashash : 38, Al-Mu'min : 36-37
^ Surah Az-Zukhruf : 51-54, Yunus : 75, Hud : 97
^ Surah Al-Mu'min : 26-27
^ Surah Yunus : 88
^ Surah Yunus : 89
^ Surah An-Naziat : 23-24
^ Surah Al-Anbiya : 29, An-Naziat : 23-24
^ Surah Al-A'raf : 130, Az-Zukhruf : 48
^ Surah An-Naml: 12, Al-Isra : 101
^ Surah Al-Qamar : 41-42, Al-A'raf : 133
^ a b Surah Al-A'raf : 131
^ Surah Al-A'raf : 134
^ Surah Al-A'raf : 132
^ Surah Al-Qamar : 41-42
^ Surah Al-Isra : 101
^ Surah Al-Isra : 102
^ Surah Al-Mu'min : 45
^ Surah Az-Zukhruf : 54
^ Surah Asy-Syu'ara : 58-59, Ad-Dukhan : 27-28, Ta Ha : 87
^ Surah Yusuf : 6, Yusuf : 38
^ Surah Ta Ha : 77, Asy-Syu'ara : 52
^ Surah Asy-Syu'ara : 53-56
^ Surah Asy-Syu'ara : 60
^ Surah Asy-Syu'ara : 62
^ Surah Yunus : 90
^ Surah Al-Qalam : 42-45
^ Surah Yunus : 91
^ Surah Yunus : 92
^ Surah Hud : 98-99, Al-Qashash : 41-42
^ Surah Al-Qashash : 5, Al-A'raf : 137
^ Surah Al-A'raf : 138
^ Surah Al-A'raf : 139, Al-Baqarah : 47
^ Surah Al-Baqarah : 57, Al-A'raf : 160, Ta Ha : 80
^ Surah Al-Baqarah : 60, Al-A'raf : 160
^ Surah Ad-Dukhan : 32-33
^ Surah Al-Baqarah : 57, Al-A'raf : 160
^ Surah Ta Ha : 83-84
^ Surah Al-Baqarah : 55
^ Surah Al-Baqarah : 63, An-Nisa : 154, Al-A'raf : 171
^ Surah Al-Maidah : 12
^ Surah Al-A'raf : 57, Al-Baqarah : 53, Al-Isra : 2
^ Surah Al-A'raf : 142
^ Surah Al-A'raf : 143-145, Al-An'am : 154
^ Surah Al-A'raf : 145-147
^ Surah Ibrahim : 5
^ Surah Al-Isra : 2
^ Surah Al-Qashash : 43, Al-Mu'min : 53-54
^ Surah Al-Baqarah : 93
^ Surah Al-A'raf : 150
^ Surah Ta Ha : 94
^ Surah Ta Ha : 88-89
^ Surah Ta Ha : 90-91
^ Surah Al-A'raf : 151
^ Surah Ta Ha : 95-97
^ Surah Ta Ha : 98
^ Surah Al-Baqarah : 63-64, Al-A'raf : 149
^ Surah Al-A'raf : 151-153
^ Surah Al-Baqarah : 61
^ Surah As-Saff : 5
^ Surah Al-Maidah : 20-25, Al-Baqarah : 58-59
^ Surah As-Saffat : 114-122
^ Surah Al-Anbiya : 71
^ Surah Al-Maidah : 26
^ Surah Al-Qashash : 76-77
^ Surah Al-Qashash : 79-80
^ Surah Al-Ankabut : 39, Al-Qashash : 81
^ Surah Al-Qashash : 82
^ Surah Al-Qashash : 78, Al-Mu'minun : 55-78, Yunus : 88
^ Surah Al-Ahzab : 69
^ Surah Al-An'am : 91, Hud : 110
^ Surah Al-Baqarah : 247-248
^ Surah Al-A'la : 6-1