Sunday, October 21, 2018

CARA MENGATASI MENOPAUSE









Cara Mengatasi Gejala Menopause

Menopause adalah transisi biologis alami yang terjadi ketika ovarium berhenti memproduksi hormon. Penurunan kadar hormon jelas berdampak negatif pada kualitas hidup selama periode ini. Namun, kebanyakan wanita dapat merasakan perubahan yang lebih baik dengan cara pandang yang tepat, beberapa langkah praktis, dan sedikit bantuan medis.


Ketahui tahap-tahap menopause. Dengan mengetahui berbagai tahapan menopause, Anda bisa lebih memahami gejalanya, mengetahui fase apa yang sedang Anda jalani, dan mempersiapkan diri untuk fase selanjutnya. Ada empat tahap menopause, yaitu pramenopause, perimenopause, menopause, dan pascamenopause.


Pramenopause dimulai pada saat Anda mendapatkan menstruasi pertama kali, terus berlangsung selama usia reproduksi, dan berakhir pada siklus menstruasi yang terakhir.


Perimenopause meliputi tahun-tahun tepat sebelum menopause dimulai. Bagi sebagian besar wanita, perimenopause biasanya dimulai pada usia 40-an, dan berlangsung selama kira-kira empat tahun meskipun banyak wanita yang mengalami gejala perimenopause selama 10 tahun. Selama waktu tersebut, menstruasi mungkin tidak teratur, dan Anda juga akan sering mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan menopause.


Menopause sebenarnya ditentukan setelah menstruasi terakhir. Setelah Anda tidak menstruasi selama satu tahun, berarti secara teknis Anda melalui menopause. Usia rata-rata menopause adalah 51 tahun, tetapi bisa lebih cepat atau terlambat, dan tetap normal.


Pascamenopause dimulai setelah menstruasi berakhir, dan berlangsung seumur hidup. Gejala menopausal berlangsung selama satu hingga dua tahun bagi kebanyakan wanita, tetapi lama-kelamaan akan berkurang.


Tahun-tahun pascamenopause diasosiasikan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan yang terkait dengan rendahnya kadar estrogen dan progesteron. Dua area fokus utama adalah osteoporosis dan penyakit jantung. Dokter akan membantu memantau perubahan yang berkaitan dengan kondisi ini.


Kenali gejala-gejala menopause. Gejala umum yang terjadi selama menopause adalah kilasan rasa panas dan keringat malam, vagina kering, rasa sakit saat berhubungan seksual, masalah tidur, sakit kepala, berat badan bertambah dan metabolisme melambat, perubahan suasana hati, masalah dengan ingatan, rambut menipis, kulit kering, penurunan gairah seks, gangguan buang air kecil, dan payudara mengendur.


Pahami gejala-gejala yang Anda rasakan. Tidak semua orang mengalami masalah selama menopause, tetapi beberapa wanita mengalami gejala yang parah. Hormon, seperti estrogen dan progesteron, memainkan peran dalam banyak bagian tubuh. Ketika ovarium kehilangan kemampuan untuk memproduksi hormon alami dalam jumlah cukup, reseptor di seluruh tubuh mulai menyadarinya.


Ketahui apa yang bisa terjadi selanjutnya. Reseptor estrogen dan progesteron ada di seluruh tubuh. Gejala yang dirasakan selama menopause berkaitan langsung dengan kurangnya hormon alami yang terikat pada reseptor tersebut. Reseptor terletak di otak, kulit, jantung, tulang, dan bagian tubuh lain. Dengan mengetahui letak reseptor, Anda akan mengerti alasan yang menyebabkan timbulnya gejala yang tidak diinginkan selama menopause.


Tidak adanya hormon-hormon ini meningkatkan risiko masalah kesehatan serius setelah menopause berlalu. Ada dua komplikasi yang lebih serius, yaitu peningkatan risiko osteoporosis yang dapat mengakibatkan patah tulang, dan penyakit jantung dan pembuluh darah yang dapat menyebabkan masalah kardiovaskular seperti serangan jantung dan strok.


Bicarakan kondisi medis Anda kepada dokter, serta langkah-langkah tambahan dan perubahan gaya hidup yang dapat diterapkan untuk memelihara kesehatan.


Mengatasi Gejala dengan Obat Resep

1
Bicarakan tentang gejala Anda kepada dokter. Sampaikan gejala tidak nyaman yang Anda alami, dan tanyakan obat apa yang dapat membantu mengatasi gejala tersebut selama masa sulit ini. Banyak wanita yang tidak merasa gejala mereka cukup parah untuk minum obat. Namun, kadang gejala menopause cukup ekstrem dan mengganggu fungsi sehari-hari dalam pekerjaan dan di rumah, dan menyebabkan penderitaan baik fisik maupun mental.[13]

2
Gunakan terapi hormon menopausal yang dianjurkan dokter. Terapi hormon menopausal adalah nama baru untuk terapi sulih hormon. Tipe perawatan ini melibatkan pemberian estrogen dan progesteron. Jika sudah tidak memiliki uterus (karena histerektomi), berarti Anda hanya perlu estrogen.[14]

3
Pilihlah metode sulih yang sesuai kebutuhan. Terapi hormon menopausal menyediakan estrogen dan progesteron, atau hanya estrogen, untuk menambah hormon ketika tubuh mengalami transisi. Produk yang mengandung hormon tersedia dalam berbagai bentuk untuk menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Beberapa contohnya adalah tablet, kapsul, gel vaginal, koyo tempel, dan produk yang dioleskan.[15]

Terapi hormon menopausal terbukti membantu meringankan banyak gejala yang diasosiasikan dengan menopause. Terapi ini menyediakan keseimbangan hormon di seluruh tubuh untuk melawan gejala yang terjadi selama menopause.[16]
Preparat transdermal dianggap lebih aman dan lebih efektif untuk mengatasi gejala suasana hati karena menghindari jalan masuk di lever sehingga dapat mengurangi pembekuan darah. Preparat ini juga tidak banyak memengaruhi libido sebagaimana halnya pil.

4
Hindari terapi hormon menopausal jika Anda memiliki kondisi tertentu. Jangan menggunakannya jika Anda mengalami perdarahan vaginal dengan penyebab yang tidak jelas, riwayat kanker payudara, riwayat kanker uterus atau ovarium, riwayat masalah tromboemboli seperti DVT, embolisme paru-paru, strok, serangan jantung, masalah lever, atau jika memiliki kondisi genetik yang meningkatkan risiko pembekuan darah. Dokter akan tahu apakah terapi hormon menopausal aman untuk Anda.[17]

5
Ketahui fakta tentang manfaat dan risikonya. Studi klinik besar, bernama Women's Health Initiative, dimulai pada tahun 1991 dan berlangsung selama 15 tahun. Studi tersebut berfokus pada wanita berusia 50 hingga 79 tahun yang menjalani pengobatan hormonal dengan jumlah partisipan secara keseluruhan hampir 162.000 orang.[18]
Hasil studi tersebut menyediakan pemahaman yang lebih baik tentang risiko dan manfaat penggunaan obat hormonal dalam populasi wanita ini. Fokus studi ada pada pengobatan yang diresepkan. Sebagian besar ahli kesehatan menganggap hasil studi ini membantu menentukan jenis perawatan terbaik untuk pasien mereka.


Silakan membaca hasil study Women's Health Initiative sendiri. Meskipun hasilnya cukup mendetail untuk dipahami, Anda dapat melihat ringkasannya di sini.
Risiko yang agak lebih tinggi ditemukan pada wanita yang menggunakan pengobatan hormonal dalam area berikut:
Kanker payudara: 8 dari 10.000 wanita mengembangkan kanker payudara yang tidak akan berkembang seandainya tidak menggunakan hormon tambahan.
Serangan jantung: 7 dari 10.000 wanita mengalami serangan jantung yang tidak akan terjadi seandainya mereka tidak menggunakan hormon tambahan.
Strok: 8 dari 10.000 wanita mengalami strok yang tidak akan terjadi seandainya mereka tidak menjalani pengobatan ini.


Pembekuan darah: 18 dari 10.000 wanita mengalami pembekuan darah di paru-paru atau kaki yang tidak akan dialami seandainya mereka tidak menggunakan hormon tambahan.
Manfaat yang agak lebih tinggi ditemukan pada wanita yang menggunakan pengobatan hormonal dalam area berikut:
Patah tulang pinggul: 5 dari 10.000 wanita memiliki kemungkinan patah tulang pinggul yang lebih rendah karena menggunakan pengobatan ini.
Kanker usus: 6 dari 10.000 wanita memiliki kemungkinan kanker usus yang lebih rendah karena menggunakan pengobatan ini.
Patah tulang umum: Statistik tidak disediakan, tetapi penulis studi ini menyimpulkan bahwa kelompok yang menjalani pengobatan diharapkan memiliki kemungkinan patah tulang yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang tidak menggunakan pengobatan.

6
Pertimbangkan faktor risikonya. Faktor gaya hidup harus dipertimbangkan dalam memutuskan penggunaan hormon menopausal. Beberapa hal dapat menambah risiko dan harus dipertimbangkan, termasuk merokok, riwayat kanker payudara dan penyakit jantung dalam keluarga, berat badan, dan tingkat aktivitas fisik.[19][20]

Menggunakan Pengobatan Alami
Sunting

1
Masukkan produk kedelai alami dalam pola makan. Kedelai mengandung fitoestrogen, substansi yang berperan seperti estrogen alami dalam tubuh. Sumber kedelai alami adalah tahu, tempe, susu kedelai, dan kacang kedelai.[21]
Beberapa produk mengklaim dapat mengurangi gejala menopausal dengan bahan-bahan alami, seperti kedelai. Karena produsen produk ini tidak diatur, produk alami tidak selalu dapat diandalkan atau bahkan aman.[22]

2
Gunakan herbal alami yang mengandung fitoestrogen. Beberapa herbal mengandung jumlah fitoestrogen yang bervariasi. Misalnya, black cohosh, wild yam, dong quai, dan valerian root. Banyak dari herbal ini yang dapat dibuat dalam berbagai bentuk agar mudah digunakan, seperti tablet atau krim oles.[23]
Berhati-hatilah ketika menggunakan sumber alami atau herbal fitoestrogen. Banyak herbal yang dikatakan membantu meringankan kilasan panas. Bicaralah dengan dokter jika Anda memutuskan untuk mengatasi gejala dengan herbal. Keamanan dan jaminan produk ini belum diketahui.
Ditambah lagi, sumber nabati dan herbal dapat menimbulkan masalah interaksi dengan obat resep.[24]

3
Ubahlah gaya hidup. Perubahan dalam gaya hidup dapat membantu tubuh melalui transisi dengan lebih mudah.[25]
Berhenti merokok. Jika Anda perokok, usahakan berhenti. Merokok dapat memicu kilasan panas, melemahkan tulang, dan mengganggu kandung kemih yang mungkin sudah lebih sensitif.[26] Perokok juga cenderung memasuki masa menopause dua hingga tiga tahun lebih cepat daripada bukan perokok.
Konsumsi makanan sehat. Batasi alkohol dan kafeina, dan pilihlah makanan dengan gizi seimbang setiap hari. Konsumsi gizi seimbang menyediakan energi yang Anda butuhkan dan mencegah kenaikan berat badan karena pada saat ini metabolisme mulai melambat. Anda mungkin perlu memasukkan beberapa produk kedelai alami dalam pola makan.[27]
Olahraga teratur dapat membantu mengontrol berat badan, memperbaiki kualitas tidur, menguatkan tulang, dan mengatasi perubahan suasana hati.[28]
Lakukan aktivitas yang mengurangi stres dan relaksasi untuk membantu mengatasi gejala yang Anda alami. Beberapa cara yang dapat membantu mengontrol stres adalah meditasi, latihan kepekaan, dan yoga.[29]

4
Waspadai produk yang mengusung klaim "biodentik". Hati-hatilah dengan perusahaan yang berusaha menjual produknya kepada Anda, kecuali jika dokter yang meresepkan Estrogel atau Prometrium. Beberapa perusahaan memberi klaim manfaat palsu berupa "terapi sulih hormon bioidentik", atau BHRT (bio-identical hormone replacement therapy). Nama lain yang sering digunakan untuk kelompok produk ini adalah "terapi sulih hormon bioidentik personal", atau compounded-BHRT (compounded bio-identical hormone replacement therapy). Tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung klaim tentang penggunaan produk ini. [30]
Beberapa iklan yang mengklaim manfaat obat-obatan BHRT menggunakan pernyataan seperti, "alternatif alami dan lebih aman untuk obat resep", "... dapat melangsingkan tubuh dengan mengurangi ketidakseimbangan hormon", "Mencegah penyakit alzheimer dan pikun", dan "... dapat menyembuhkan atau mencegah penyakit jantung". Tidak ada riset klinis atau bukti ilmiah yang valid untuk mendukung klaim iklan tersebut.[31]
Ada juga klaim iklan yang mendeskripsikan penggunaan sampel saliva yang menyediakan kadar hormon untuk membuat obat BHRT personal yang khusus untuk Anda. Sampel saliva bukan ukuran hormon yang bisa diandalkan. Kadar hormon yang dapat diukur dalam saliva berubah bergantung pada waktu sampel diambil, dan secara alami berbeda dari hari ke hari. Hasil tes saliva juga berubah oleh variabel lain yang tidak diketahui. Sampel saliva bukan metode berguna atau ilmiah untuk menentukan opsi perawatan terbaik untuk Anda.[32]

5
Gunakan obat personal jika Anda alergi. Dalam kasus-kasus yang langka, ada wanita yang alergi degan bahan pengisi dalam produk terapi hormon menopausal yang siap pakai. Jika Anda mengalami tipe reaksi alergi seperti ini, dokter dapat membuatkan resep yang memerinci bahan apa yang tepatnya aman untuk Anda gunakan. Resep dapat diberikan pada apotek yang menerima pembuatan obat personal.[33] [smber   : wikihow]


































     

No comments:

Post a Comment