Sunday, October 21, 2018

CARA MENGHILANGKAN BAU MISS V




Cara Menghilangkan Bau miss v

Vagina yang agak berbau adalah hal normal. Akan tetapi, jika Anda merasa baunya cukup kuat, seperti amis atau bau tidak sedap, mungkin itu gejala adanya masalah kesehatan lain.

Bau vagina kadang disertai gejala lain seperti gatal, panas, iritasi, atau keluarnya cairan.

 Secara umum, jika tidak ada gejala lain, bau vagina dapat dikatakan normal.

Ada beberapa infeksi umum di vagina yang dapat menimbulkan bau tidak tidak sedap, dan Anda bisa mencoba perawatan rumahan serta produk profesional untuk menghilangkan bau yang tidak menyenangkan itu dengan cepat.


Menerapkan Rutinitas Perawatan yang Baik.

Jangan melakukan douche. 

Douche adalah metode menyemprotkan air atau bahan pembersih ke dalam vagina, yang dapat membunuh bakteri sehat di dalam vagina dan mendorong infeksi ke dalam uterus sehingga kondisi Anda semakin parah.


Anda juga harus menghindari semprotan kewanitaan, yang merupakan bentuk lain dari douche dan dapat mengiritasi vagina atau menimbulkan reaksi alergi.

Ingat, vagina dapat bersih sendiri secara alami. 

Selama Anda menerapkan perawatan yang baik, tidak perlu membersihkan secara paksa atau mengganggu proses pembersihan alaminya.

Basuh vagina saat mandi. 

Pastikan Anda membersihkan vagina, termasuk labia, dengan air dan sabun lembut tanpa pewangi seperti Cetaphil.

Hindari sabun keras mengandung pewangi karena dapat mengiritasi kulit lembut di area kewanitaan.


Kenakan pakaian longgar dan celana dalam katun. Pakaian berbahan katun dan longgar dapat meningkatkan aliran udara ke daerah kewanitaan, khususnya saat berolahraga atau berkeringat, juga mencegah terbentuknya kelembapan.

Pada gilirannya, bau yang disebabkan oleh keringat atau bakteri akan berkurang.


Anda juga harus melepas pakaian olahraga segera setelah selesai berolahraga. Jangan kenakan pakaian basah dan lembap lebih lama dari yang semestinya karena akan menimbulkan bau tidak sedap.


Pakai celana dalam bersih setiap hari untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan bau.


Seka area pribadi dari depan ke belakang setelah buang air besar. Cegah penyebaran bakteri dari pantat ke vagina dengan menyeka dari depan ke belakang. Cara ini memastikan vagina bebas dari bakteri yang dapat menimbulkan bau dan kemungkinan infeksi.


Ganti tampon atau pembalut setiap empat sampai enam jam. 

Perhatikan kebersihan daerah kewanitaan dengan rajin mengganti tampon atau pembalut. Kebiasaan ini akan mencegah terbentuknya bau dan memastikan vagina tidak teriritasi selama menstruasi.


Sering mengganti tampon juga memastikan Anda tidak lupa melepasnya, yang jika tertinggal di dalam vagina akan menyebabkan bau tidak sedap dan kemungkinan masalah kesehatan.( sumber: wikihow)

















     

No comments:

Post a Comment