Wednesday, October 17, 2018

TIPS AGAR TUBUH TETAP WANGI MESKI BERKERINGAT










Tubuh Tetap Wangi meskipun Banyak Berkeringat

Semua orang berkeringat, namun ada orang yang lebih banyak berkeringat dibanding kebanyakan orang. Beberapa orang bahkan mengalami hiperhidrosis, atau keringat berlebih. Meskipun bukanlah penyakit yang serius, kondisi ini tentu bisa menimbulkan rasa malu dan ketidaknyamanan tentang bau badan.[1] Untungnya, beberapa langkah bisa Anda lakukan untuk membuat tubuh tetap wangi meskipun lebih banyak berkeringat dari orang "rata-rata".
Menjaga Kebersihan
1
Mandilah dengan teratur. Keringat itu sendiri tidak bau; bau badan muncul saat bakteri di kulit menguraikan keringat menjadi asam. Meskipun merupakan bagian normal tubuh, bakteri yang berlebih dan asam yang dihasilkan bisa dihilangkan dengan mandi setiap hari.
Bersihkan dengan baik area tubuh yang berbulu. Manusia mempunyai dua jenis kelenjar keringat. Kelenjar ekrin tersebar di kulit dan mengatur suhu tubuh dengan mendinginkan kulit dengan keringat saat tubuh bersuhu panas. Keringat yang dihasilkan oleh kelenjar ini biasanya tidak terlalu bau. Sementara itu, kelenjar keringat yang satu lagi, kelenjar apokrin, terkonsentrasi di area tubuh yang berbulu seperti ketiak dan area genital. Keringat dari kelenjar ini mengandung protein yang tinggi. Karena bakteri menyukai protein, jenis keringat ini bisa dengan cepat berubah menjadi sangat bau.[2]
Gunakan sabun antibakteri pada ketiak Anda. Beberapa bakteri memang bagus untuk tubuh. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, bakteri bisa menyebabkan masalah bau badan, terutama di area yang rentan seperti ketiak.[3]
2
Cukur bulu ketiak Anda. Karena merupakan tempat menempelnya keringat dan aroma tubuh, rambut akan menjadi tempat yang ideal untuk pertumbuhan bakteri penghasil bau badan.[4]
3
Gantilah pakaian Anda secara teratur. Minimal, Anda harus berganti pakaian setiap hari. Penggantian pakaian lebih dari satu kali sehari juga bagus untuk dilakukan jika Anda melakukan pekerjaan atau olahraga yang membuat Anda berkeringat.
4
Kenakan pakaian yang terbuat dari serat alami.
Hindari pakaian yang ketat dan terbuat dari serat sintetis seperti nilon. Jenis pakaian ini membatasi kemampuan kulit untuk "bernapas" dan meningkatkan jumlah keringat yang dihasilkan.
5
Perhatikan kaus kaki dan sepatu Anda.
Pakailah kaus kaki yang tebal, lembut dan terbuat dari serat alami. Atau, Anda juga bisa memakai kaus kaki olahraga yang diciptakan untuk menyerap kelembapan. Dibanding sepatu berbahan sintetis, gunakan sepatu yang terbuat dari kulit, kanvas, atau mesh.
Gantilah kaus kaki setidaknya sehari dua kali jika kaki Anda rawan berkeringat.
Pertimbangkan untuk membawa kaus kaki cadangan di siang hari agar Anda bisa menggantinya kapan pun dibutuhkan.
6
Gunakan produk yang bisa mencegah bau badan.
Beberapa produk bisa menutupi bau badan atau menghilangkan sumber masalah keringat.
Deodoran menggunakan parfum untuk menutupi bau keringat tanpa menghilangkan keringatnya itu sendiri.
Antiperspirant mengurangi jumlah keringat yang dihasilkan tubuh. Aluminium klorida, bahan aktif yang biasa terkandung dalam antiperspirant, menghalangi kelenjar keringat untuk memproduksi keringat. Selain membuat tubuh bebas keringat, banyak antiperspirant juga mengandung bahan parfum yang bisa membuat Anda wangi.
Jika antiperspirant biasa tidak berhasil mencegah keringat, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan formulasi khusus aluminium klorida. Antiperspirant ini biasanya digunakan saat malam hari dan dibersihkan di pagi hari. Antiperspirant tersebut bekerja dengan menggunakan waktu Anda tidur (keringat lebih sedikit muncul saat tidur) untuk meresap ke kelenjar keringat dan menghalangi produksi keringat.[5]
7
Gunakan parfum atau body spray.
Meskipun tidak bisa dijadikan pengganti rutinitas kebersihan, parfum bisa mengganti aroma tidak sedap dengan wangi yang enak.
Lakukan eksperimen untuk mencari parfum yang cocok dengan zat-zat kimia di tubuh Anda.
Selalu bawa parfum atau body spray Anda di siang hari untuk menyegarkan aroma tubuh.
Perhatikan peraturan tentang wewangian di tempat kerja atau sekolah Anda. Beberapa orang sangat sensitif terhadap wewangian sintetis dan Anda mungkin tidak diizinkan untuk memakainya dalam keadaan tertentu.
Parfum yang reaktif terhadap kelembapan (belum dijual di pasaran) mungkin bisa bermanfaat di masa depan. Para ilmuwan di Irlandia telah mempelajari cara untuk mengikat wewangian dengan cairan ion yang bereaksi terhadap air, termasuk air di dalam keringat. Semakin banyak keringat yang dihasilkan saat parfum tersebut dipakai, semakin kuat pula wanginya akan tercium.[6]























 
     

No comments:

Post a Comment